PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG DATARAN TINGGI REJANG : TEKNIK PEMULSAAN DAN PEMUPUKAN BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA

Setyowati, Nanik and Fahrurrozi, Fahrurrozi and Priyono, Prawito and E., Satria (2003) PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG DATARAN TINGGI REJANG : TEKNIK PEMULSAAN DAN PEMUPUKAN BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA. In: Prosiding Seminar Nasional HIGI. (Submitted)

[img]
Preview
Text
Makalah Prosiding HIGI Juli 2003.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (57kB) | Preview

Abstract

Rakitan teknologi budidaya kentang melalui penggunaan mulsa plastik yang disertai dengan kombinasi pemupukan yang berimbang antara pupuk organik dan anorganik dapat meningkatkan produksi kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk bokashi yang tepat pada tanaman kentang serta menjelaskan hubungan antara mulsa dan pupuk bokashi terhadap keberadaan gulma pada tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2002 di Rejang Lebong, Bengkulu, pada ketinggian tempat 1200m dari permukaan laut dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama mulsa plastik hitam perak, terdiri dari tanpa mulsa dan mulsa plastik hitam perak. Faktor kedua dosis pupuk bokashi, terdiri dari kontrol (tanpa bokashi), 150 g/rumpun (5 ton/ha), 300 g/rumpun (10 ton/ha), dan 450 g/rumpun (15 ton/ha). Pupuk bokashi diberikan 2 hari sebelum tanam, sedangkan pupuk dasar ZA, SP-36 dan KCl dengan dosis berturut-turut 200, 150 dan 150 kg/ha diberikan dua kali, saat tanam dan 30 hari setelah tanam (hst) pada lahan tanpa mulsa dan satu kali (pada saat tanam) pada lahan bermulsa. Penyiangan dilakukan 3 minggu setelah tanam (mst) dan panen dilaksanakan 110 hst. Mulsa plastik hitam perak dapat meningkatkan jumlah daun (65,92%) pada 6 mst, derajat kehijauan daun (13,19%) dan Laju Pertumbuhan Relatif (0,0038%) selama periode 0 – 21 hst dibandingkan yang tidak bermulsa. Pupuk bokashi 10 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman (17,5%) pada 6 mst, jumlah daun (22,88%) pada 4 mst, dan berat umbi berdiameter 2,5 – 5 cm (26,75%) dibandingkan kontrol. Tidak ditemukan interaksi antara mulsa dan pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penggunaan mulsa dan pemberian bokashi tidak mempengaruhi bobot kering gulma baik pada 3 mst, 5 mst, dan saat panen. Gulma dominan pada pertanaman kentang 3 dan 5 mst adalah Echinochloa colonum sedangkan pada saat panen adalah Ageratum conyzoides.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 001 Bambang Gonggo Murcitro
Date Deposited: 11 Apr 2014 20:34
Last Modified: 11 Apr 2014 20:34
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/7553

Actions (login required)

View Item View Item