ANALISIS NASKAH DRAMA “PELACUR DAN SANG PRESIDEN” KARYA RATNA SARUMPAET DENGAN PENDEKATAN FEMINISME

Sucipta, Ganda and Amirizal, Amirizal and Canrhas, Amril (2014) ANALISIS NASKAH DRAMA “PELACUR DAN SANG PRESIDEN” KARYA RATNA SARUMPAET DENGAN PENDEKATAN FEMINISME. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img]
Preview
Text (Thesis)
IV,V,LAMP,II-14-gan.FK.PDF - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Thesis)
I,II,III,II-14-gan.FK.PDF - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kekhususan tulisan yang dihasilkan oleh Ratna Sarumpaet sebagai pengarang perempuan dan mendeskripsikan posisi tokoh utama perempuan dalam naskah drama “Pelacur dan Sang Presiden”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan feminisme. Teknik analisis data adalah 1) transformasi naskah drama ke dalam bentuk teks cerita 2) mendeskripsikan kekhususan tulisan yang dihasilkan oleh Ratna Sarumpaet sebagai pengarang perempuan 3) mengidentifikasi dan menentukan posisi tokoh utama perempuan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut. Kekhususan Ratna Sarumpaet sebagai pengarang perempuan terlihat dari hubungan tulisannya dengan bahasa yang digunakan dalam menulis. Ini terlihat dalam karya sastranya berupa naskah drama yang berjudul “Pelacur dan Sang Presiden”. Pemilihan kata yang digunakan umumnya bahasa yang digunakan oleh perempuan untuk memaknai sesuatu. Seperti kata ‘pelacur’ untuk memaknai pekerja seks perempuan. Sedangkan laki- laki mempunyai kecenderungan untuk memaknai istilah tersebut dengan kata ‘lonte’ daripada menggunakan kata ‘pelacur’. Kata-kata lain yang digunakan Ratna Sarumpaet yang bisa dikatakan khusus dalam penggunaannya pada naskah drama “Pelacur dan Sang Presiden” adalah ‘mucikari’, ‘bunting’, ‘martir’, dan ‘sahwat’. Tokoh Jamila adalah seorang pelacur, digambarkan dengan karakter perempuan yang kuat, cantik, dan cerdas dalam menjalani hidupnya. Perjuangan Jamila merupakan gerakan feminis melawan kaum laki-laki, dimana Ratna Sarumpaet sebagai pengarang menunjukkan keberpihakannya terhadap perempuan. Meskipun dalam naskah drama Jamila menjadi korban patriarki (pemerintahan laki-laki) akibat dijual oleh ayah kandungnya sendiri ke mucikari, tapi Jamila mampu bertahan. Hingga pada akhirnya Jamila tetap harus menerima kenyataan bahwa dia adalah korban dari kekejaman laki-laki (ayahnya sendiri) kemudian dihukum mati karena telah membunuh seorang menteri (laki-laki). Posisi tokoh utama perempuan (Jamila) dalam “Pelacur dan Sang Presiden” karya Ratna Sarumpaet berada pada posisi inferior, artinya sebagai perempuan terindas berada di bawah posisi laki-laki yang superior.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Faculty of Education > Department of Indonesian Language and Literature Education
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 02 Sep 2014 13:13
Last Modified: 02 Sep 2014 13:13
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/8185

Actions (login required)

View Item View Item