ANALISIS KLASIFIKASI DAERAH DAN DISPARITAS PEMBANGUNAN EKONOMI ANTAR PROPINSI DI PULAU SUMATERA

Syahrial, Syahrial and Putri, Novi Tri and Yusnida, Yusnida (2014) ANALISIS KLASIFIKASI DAERAH DAN DISPARITAS PEMBANGUNAN EKONOMI ANTAR PROPINSI DI PULAU SUMATERA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img]
Preview
Text (Thesis)
I,II,III,I-14-sya-FE.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Thesis)
IV,V,LAMP,I-14-sya-FE.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada urutan kedua setelah China, dengan kisaran 6,5% pada tahun 2011 dan 6,23% ditahun 2012. Nilai ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara agregat diharapkan akan bisa menopang pembangunan nasional maupun regional. Perbedaan PDRB perkapita dan pembangunan di Sumatera menuntut pemerintah untuk berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan pembangunan ekonomi. Hal ini terlihat dari PDRB perkapita yang dihasilkan masing-masing propinsi di Pulau Sumatera sangat beragam, Propinsi yang memiliki PDRB perkapita tertinggi tahun 2012 adalah Propinsi Kepulauan Riau sebesar 25.659.304 rupiah, dan yang paling rendah Propinsi Bengkulu sebesar 5.356.595 rupiah. Menurut penelitia Soleh (2010) Klasifikasi propinsi di Pulau Sumatera masih tersebar di empat kuadran yang berarti bahwa masih terwujud kesenjangan antar propinsi di Pulau Sumatera. Untuk mewujudkan pembangunan daerah, tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan dalam daerahnya saja akan tetapi membutuhkan kerjasama dengan daerah lain, yakni terkhusus sesama satu region tertentu seperti satu kawasan pulau, sub kawasan pulau, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi daerah, disparitas pembangunan ekonomi antar propinsi serta untuk mengetahui hubungan antara pendapatan perkapita dan disparitas pembangunan ekonomi di Pulau Sumatera tahun 2004-2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari instansi pemerintah beserta situs Badan Pusat Statisti (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah tipologi Klassen, indeks Williamson, dan tren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode pengamatan 2004-2012 propinsi yang termasuk sebagai propinsi yang cepat maju dan cepat tumbuh adalah Propinsi Kepulauan Riau, propinsi yang maju tapi tertekan adalah Propinsi Riau, propinsi dengan klasifikasi daerah yang berkembang cepat adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung. Sedangkan propinsi yang relatif tertinggal adalah Propinsi Aceh dan Kepulauan Bangka Belitung. Disparitas pembangunan antar propinsi di Pulau Sumatera cenderung menurun (semakin merata) dengan pembangunan yang moderat (sedang). Hubungan antara pendapatan perkapita dan disparitas pembangunan ekonomi di Pulau Sumatera adalah berhubungan negatif atau berbanding terbalik. Artinya bahwa apabila pendapatan perkapita naik maka disparitas pembangunan ekonomi di Pulau Sumatera cenderung menurun ataupembangunan ekonominya semakin merata seiring dengan kenaikan pendapatan perkapita.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economy > Department of Development Economics
Depositing User: 022 Gofar Ismail
Date Deposited: 10 Sep 2014 08:39
Last Modified: 10 Sep 2014 08:39
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/8413

Actions (login required)

View Item View Item