RESILIENSI PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWI KOST-KOSTAN DI KELURAHAN KANDANG LIMUN BENGKULU)

Primadinni, Asih and M, Syuplahan Gumay and Osira, Yessilia (2014) RESILIENSI PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWI KOST-KOSTAN DI KELURAHAN KANDANG LIMUN BENGKULU). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img]
Preview
Text (Thesis)
I,II,III,I-14-asi-FS.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Thesis)
IV,V,VI,LAMP,I-14-asi-FS.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB) | Preview

Abstract

Resiliensi perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran yaitu kemampuan untuk merespon secara sehat dan produktif ketika berhadapan dengan kekerasan atau trauma, yang diperlukan untuk mengelola tekanan hidup dari pacarnya di kehidupan sehari-hari. Resiliensi meliputi 7 aspek yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, causal analysis , empati, self efficacy, dan reaching out . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran di Kelurahan Kandang Limun. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, dimana peneliti mencoba menggambarkan mengenai resiliensi perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran di Kelurahan Kandang Limun Kota Bengkulu. Informan dalam penelitian ini adalah mahasisiwi yang berumur 20-22 tahun sebanyak 4 orang informan. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data dilakukan dengan teknik purposive. Berdasarkan hasil penelitian diketahui berdasarkan 7 aspek dari resiliensi perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran dapat diketahui bahwa sebagian besar informan memiliki resiliensi yang rendah. Individu yang memiliki resiliensi yang rendah tidak bisa merespon secara sehat dengan kekerasan yang terjadi dalam hidupnya. Sehingga walaupun pada sebagian besar informan sudah bisa keluar dari lingkaran kekerasan yang ada. Namun, masih saja trauma kekerasan masih terus membayangi jika mereka harus menjalin hubungan pacaran lagi. Bagi lembaga terkait dengan penanganan masalah perempuan khususnya kekerasan terhadap perempuan hendaknya selalu aktif memberikan pengetahuan, bimbingan, serta bantuan yang berkesinambungan dalam menangani kekerasan ini. Perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan lembaga terkait dalam menangani masalah perempuan yang ada. Serta dalam kegiatannya harus melibatkan semua golongan masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Social Welfare
Depositing User: 023 Dody Sahdani
Date Deposited: 28 Oct 2014 14:35
Last Modified: 28 Oct 2014 14:35
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/9176

Actions (login required)

View Item View Item