STRATEGI KOMUNIKASI MASYARAKAT PENDATANG DALAM BERADAPTASI DENGAN MASYARAKAT URBAN (STUDI KASUS PADA ETNIK BATAK DAN JAWA DI KOTA BENGKULU)

Tarigan , Eldiana F and Buldani, Khairil and Alfarabi, Alfarabi (2014) STRATEGI KOMUNIKASI MASYARAKAT PENDATANG DALAM BERADAPTASI DENGAN MASYARAKAT URBAN (STUDI KASUS PADA ETNIK BATAK DAN JAWA DI KOTA BENGKULU). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img]
Preview
Text (Thesis)
IV,V,VI,LAMP,I-14-eld-FS.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Thesis)
I,II,III,I-14-eld-FS.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stereotip-stereotip masyarakat urban terhadap etnik Batak dan Jawa dan bagaimana strategi komunikasi etnik Batak dan Jawa dalam beradaptasi dengan masyarakat urban Kota Bengkulu khususnya di Kelurahan Kandang Limun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui data primer (observasi partisipatif dan wawancara) dan data sekunder (studi literatur dan dokumentasi). Wawancara dilakukan terhadap informan kunci yaitu tokoh adat karena memahami dan menguasai budaya Batak dan Jawa dan informan pokok yaitu masyarakat urban, etnik Batak dan etnik Jawa yang ada di Kota Bengkulu khususnya di Kelurahan Kandang Limun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat urban mempunyai stereotip terhadap etnik Batak yaitu kasar, keras, sopan santun kurang, hanya mau berteman dengan sesama mereka, pekerja keras dan tidak bermuka dua (berbicara langsung kepada titik permasalahan). Masyarakat urban juga mempunyai stereotip terhadap etnik Jawa yaitu tertutup, berbicara tidak mau berterus terang, bermuka dua (yang dikatakan di depan dan di belakang berbeda/meskipun tidak suka dibilang suka), licik, lemah lembut dan sopan santunnya tinggi. Dengan adanya stereotip, etnik Batak dan Jawa membentuk strategi untuk berkomunikasi. Strategi komunikasi yang dilakukan etnik Batak adalah, terlebih dahulu mengenali masyarakat, kebiasaan, bahasa dan budaya masyarakat dan saat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemudian belajar bahasa Bengkulu, dalam berbicara mengubah nada dari keras dan kuat menjadi lebih lembut, mulai mengikuti kebiasaan masyarakat urban (jika magrib suasana hening mereka juga ikut hening/tidak ribut), menunjukkan rasa simpati dan empati yang tinggi (jika ada yang berdukacita etnik Batak ikut menunjukkan bahwa mereka juga ikut berdukacita). Strategi komunikasi etnik Jawa dalam beradaptasi dengan masyarakat urban Kota Bengkulu khususnya di Kelurahan Kandang Limun adalah pertama; melihat keadaan lingkungan, mengenal masyarakatnya, bahasa, budaya dan kebiasaan. Sebelum berkomunikasi verbal etnik Jawa akan terlebih dahulu menggunakan bahasa tubuh yang menunjukkan rasa persahabatan, pertama kali berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Kedua; mempelajari masyarakat, bahasa pemersatu yaitu bahasa Bengkulu dan menggunakannya dalam kehidupan sehari- hari. Ketiga; mengubah nada dan intonasi berbicara menjadi lebih keras, ikut ambil bagian dalam kegiatan masyarakat, menciptakan rasa simpati dan empati.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 023 Dody Sahdani
Date Deposited: 30 Oct 2014 09:30
Last Modified: 30 Oct 2014 09:30
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/9245

Actions (login required)

View Item View Item