INVENTARISASI DAN STRATEGI MITIGASI EMISI GAS RUMAH KACA SUBSEKTOR PETERNAKAN PROVINSI BENGKULU

Zulfikar, Zulfikar and Yosi, Fenita and Bieng, Brata (2014) INVENTARISASI DAN STRATEGI MITIGASI EMISI GAS RUMAH KACA SUBSEKTOR PETERNAKAN PROVINSI BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
I,II,III,I-14-zul-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)
[img] Text (Thesis)
IV,V,LAMP,I-14-zul-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Salah satu target pembangunan sub-sektor peternakan adalah meningkatkan produksi dan pendapatan yang berasal dari usaha peternakan. Usaha peternakan di Provinsi Bengkulu umumnya dilakukan oleh rumah tangga mencapai 75.794 rumah tangga, 3 perusahaan peternakan berbadan hukum dan 30 usaha peternakan selain rumah tangga dan perusahaan berbadan hukum (BPS,2013). Peranan penting peternakan yang semakin progresif ini terhempas pada isu global yang di hembuskan FAO pada tahun 2006 terkait Livestock Long Shadow sebagai penyumbang gas rumah kaca (GRK) terbesar. Menurut IPCC (2006) emisi GRK subsektor peternakan berasal dari dua aktivitas yaitu aktivitas pencernaan (enteric fermentation) dan manajemen kotoran ternak (manure managemen) Penelitian inventarisasi ini dilakukan mengacu pada metode standar yang dikembangkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006 Tire I. Hasil penelitian mengungkapkan total GWP (Global Warning Petential) GRK subsektor peternakan Provinsi Bengkulu tahun 2000-2012 mencapai 1.629,31315 Gg CO2 eq, dan proyeksi GWP 2013-2022 mencapai 1.816,5515 Gg CO2 eq dengan total GWP 2000-2022 mencapai 3.426,2213 Gg CO2 eq, 95,18 % gas metan (CH4) berasal dari fermentasi enterik, dan 4,06 % metana (CH4) dari managemen manur serta 0,69 % dan 0,11 % dinitrogen oksida (N2O) dari emisi lansung dan tidak langsung kotoran ternak. Pertumbuhan rata-rata pertahun dinitrogen oksida mencapai 4,41 % per tahundan nirogen dari managemen manur mencapai 4,22 % sedangkan nitrogen melalui fermentasi enterik hanya sebesar 3,09 persen. Tanpa adanya aksi mitigasi GRK laju pertumbuhan GRK akan semakin meningkat seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan subsektor peternakan yang terungkap dari rata-rata GWP emisi GRK periode 2013-2022 (10 tahun) mencapai 181,66 Gg CO2 per tahun, lebih besar dari GWP 2000-2012 (13 tahun) yang hanya sebesar tahun 123,33 Gg CO2 eq. Strategi mitigasi yang paling penting untuk dilaksanakan di Provinsi Bengkulu adalah melalui pengelolaan pakan ternak dengan peningkatan kualitas pakan serta pemanfaatan kotoran ternak, melalui pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas atau pupuk organik (kompos).

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Postgraduate Program > Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 13 Nov 2014 03:44
Last Modified: 13 Nov 2014 03:44
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/9639

Actions (login required)

View Item View Item