KAWIN LARI: STUDI KASUS DI DESA SIMPANG, KECAMATAN SELUMA UTARA, KABUPATEN SELUMA

Irawan , Bambang and Sri, Hartati and Sri, Handayani Hanum (2014) KAWIN LARI: STUDI KASUS DI DESA SIMPANG, KECAMATAN SELUMA UTARA, KABUPATEN SELUMA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
I,II,III,II-14-bam.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)
[img] Text (Thesis)
IV,V,LAMP,II-14-bam.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuanmenginventarisasikan faktor-faktor yang mendasari alasan pasangan calon pengantin memutuskan kawin lari, menjelaskan proses yang telah dilalui pasangan kawin lari dan menelusuri akibat yang timbul dari tindakan kawin lari, baik bagi pasangan maupun orangtua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan analisis berbasis teori fungsional struktural. Penelitian ini menghasilkan temuan berikut: Pertama, kawin lari di Desa Simpang terjadi pada pasangan usia muda yaitu laki-laki berumur 18 sampai 20 tahun dan perempuan berumur 16 sampai 19 tahun yang hanya berpendidikan SMA ke bawah. Informan kawin lari sejumlah 10 pasangan suami istri dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Informan bekerja sebagai buruh, petani dan tukang dengan penghasilanRp.550.000 sampai Rp. 900.000 per bulan.Kedua,kawin lari terjadi karena:a)biaya perkawinan yang tinggi mencapai Rp. 20 juta dinilai memberatkan pihak laki-laki sehingga tidak mampu memenuhi biaya perkawinan, b) mendapat penolakan dari orangtua karena tidak mampu memenuhi permintaan uang antaran yang diminta oleh pihak keluarga wanita. Ketiga, proses yang telah pasangan lalui sehingga mereka memutuskan untuk kawin lari adalah: meminang dan meminta izin orangtua walaupun ditolak orangtua pihak perempuan, memutuskan kawin lari dengan cara membawa pasangan tanpa sepengetahuan dari pihak keluarga ke rumah kerabat atau ke rumah kepala desa dengan tujuan untuk dinikahkan. Terakhir, akibat bagi pasangan yaitu mereka merasa bersalah pada orangtua serta ketidak harmonisannya hubungan dengan orangtua, bagi orangtua pasangan yaitu keretakan hubungan karena pihak keluarga perempuan tidak menerima anaknya dilarikan sehingga terjadinya saling menyalakan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 25 Nov 2014 11:14
Last Modified: 25 Nov 2014 11:14
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/9842

Actions (login required)

View Item View Item