PEROLEHAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA PENGUSAHA LEMPUK DURIAN DI KOTA BENGKULU ( ELIS SUMIATI,2009).

Sumiati, Elis and Izzudin, Izzudin and Asep, Suratman (2009) PEROLEHAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA PENGUSAHA LEMPUK DURIAN DI KOTA BENGKULU ( ELIS SUMIATI,2009). Undergraduated thesis, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan UNIB.

[img] Text
ELIS SUMIATI.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang perolehan kemampuan berwirausaha pengusaha lempuk durian di Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data (Data Reduktion), penyajian data (Display Data), dan Verifikasi data atau pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang dapat diungkapkan sebagai temuan penelitian adalah sebagai berikut: kemampuan pengusaha lempuk sebelum menjadi pengusaha diperoleh secara variasi diantaranya untuk ibu Rahma dan ibu Ratna kemampuan membuat lempuk diperoleh dari turun temurun, namun untuk Bapak Ujang kemampuan membuat lempuk ia peroleh dari tempat ia bekerja yaitu Bapak Acin seorang pengusaha lempuk di kota Bengkulu berasal dari keturunan cina. Kemampuan berusaha pengusaha lempuk setelah menjadi pengusaha diperoleh dengan adanya pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bentuk pelatihan yang diberikan berupa temu mitra, cara pengelolaan usaha, pemasaran manajemen usaha, sedangkan dari Koperasi mereka mendapat bimbingan mengenai cara membuat proposal dan bantuan peralatan berupa cetakan kue, dari Dinas Pengawasan Obat dan Makanan mereka mendapatkan pengetahuan tentang takaran untuk penambahan bahan pengawet makanan yang sesuai dengan standar Dispom, walaupun untuk lempuk mereka tidak memerlukan tambahan bahan pengawet, dan terakhir dari Dinas Pertanian sendiri mengadakan pelatihan terkait mengenai pemanfataan hasil pertanian, cara pegelolaan lahan, cara penyimpanan buah serta pengetahuan lain tentang agro bisnis, dari pelatihan yang mereka ikuti mereka mengaku mendapat pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola usaha mereka, namun untuk bapak Ujang ia mengaku belum pernah mengikuti pelatihan kecuali dari Dinas Pengawasan Obat dan Makanan. Hal ini karena usaha bapak ujang belum diketahui oleh dinas Perindustrian dan Perdagangan karena usaha beliau tidak terdaftar di Disperindag Faktor-faktor yang melatarbelakangi pengusaha lempuk melakukan wirausaha adalah faktor ekonomi namun walaupun ditinjau dari segi ekonomi dari ketiga pengusaha ini tentulah berbeda. Untuk ibu Ratna, usaha lempuk ditekuninya untuk mengembangkan ekonominya sebagai lahan bisnis untuk pendapatan tambahan. Sedangkan untuk ibu Rahma dan Bapak Ujang, usaha lempuk ditekuninya sebagai usaha pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam meningkatkan taraf hidup. Dari usaha ini mereka juga mampu merekrut tenaga kerja sehingga dengan usaha ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan bisa mengurangi kemiskinan. Sedangkan kebutuhan belajar yang dibutuhkan pengusaha lempuk di Kota Bengkulu yaitu adanya pelatihan khusus tentang pembuatan lempuk atau studi banding terkait mengenai mengenai penggunaan peralatan pembuatan lempuk seperti di Nias, namun sayangnya saat ini para pengusaha lempuk masih vii tergantung pada pihak pemerintah sebagai pihak penyelenggara pelatihan dan studi banding itu sendiri.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Education > Department of Pre-elementary School Education
Depositing User: 014 Abd. Rachman Rangkuti
Date Deposited: 07 Dec 2013 00:56
Last Modified: 07 Dec 2013 00:56
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/3808

Actions (login required)

View Item View Item