PENGARUH PERCEIVED PRICE, PERCEIVED QUALITY DAN LIFESTYLE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN THRIFT DI KOTA BENGKULU

Ulhaq, Mahdiyyah and Effed, Darta Hadi (2024) PENGARUH PERCEIVED PRICE, PERCEIVED QUALITY DAN LIFESTYLE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN THRIFT DI KOTA BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
SKRIPSI Mahdiyyah Ulhaq - ACC Cetak 2024 - Aditya Fachriansyah (1).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)

Abstract

Kegiatan thrifting bukan sebuah trend yang baru terjadi 1-2 tahun saja, jika
diurutkan dari pertama kali budaya ini mencuat mungkin akan mundur hingga 1 abad
yang lalu ketika revolusi industri terjadi. Berdasarkan hasil pra survei di beberapa
toko pakaian thrift di Kota Bengkulu sejak tahun 2016 sampai 2023 hampir tiap
tahunnya terdapat toko pakaian thrift baru yang muncul, artinya bisnis pakaian
thrift ini semakin berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh perceived price, perceived quality dan lifestyle terhadap keputusan
pembelian pakaian thrift di Kota Bengkulu.
Menurut Schiffman & Kanuk (2008) secara umum keputusan pembelian
adalah seleksi dari dua atau lebih pilihan alternatif. Persepsi harga adalah
bagaimana konsumen memandang harga tertentu baik tinggi, rendah, wajar, yang
mempunyai pengaruh yang kuat terhadap maksud membeli dan kepuasan
membeli (Schiffman dan Kanuk, 2011). Perceived quality adalah persepsi
kualitas tentang suatu produk yang menyebabkan seseorang apakah ingin atau
tidak dalam membeli suatu produk, di mana perceived quality sebagai
pertimbangan konsumen dalam menggunakan suatu produk (Indrayani &
Nurcaya, 2014). Sutisna, (2002) menyatakan bahwa gaya hidup adalah suatu cara
hidup yang diidentifikasi oleh bagaimana seseorang menghabiskan waktunya,
apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya, dan apa yang mereka
pikirkan tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini masuk dalam
kategori non probablity sampling. Teknik pengambilan sampel non probability
sampling yang dipilih adalah teknik purposive sampling. Penentuan jumlah
sampel ditentukan dengan kriteria yang telah ditentukan oleh Hair et al., (2010)
yang menyatakan bahwa jumlah responden yang diambil minimal 5 kali dan
ix
maksimum 10 kali dari jumlah indikator yang digunakan dalam penelitian. Jumlah
responden dalam penelitian ini adalah 190 responden. Penelitian ini
mengumpulkan data langsung dari responden melalui penggunaan kuesioner dan
pertanyaan-pertanyaan yang terkait secara langsung dengan skala perilaku atau
pendapat individu. Dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan
bantuan SPSS 29.1 for windows. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
dengan bantuan digital yaitu google form. Uji yang dilakukan yaitu Uji F, Uji t,
koefisien determinasi (R2), uji validitas dan uji reliabilitas.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka didapat beberapa
kesimpulan. Kesimpulan pertama perceived price, perceived quality dan lifestyle
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian thrift di
kota Bengkulu. Kesimpulan kedua perceived price berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian thrift di kota Bengkulu.
Kesimpulan ketiga perceived quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian pakaian thrift di kota Bengkulu. Kesimpulan keempat
llifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
pakaian thrift di kota Bengkulu.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian beberapa saran yang diberikan
dari penelitian ini adalah pihak store pakaian thrift di Kota Bengkulu harus
menawarkan produk pakaian thrift mereka dengan harga yang lebih terjangkau
namun dengan kualitas yang baik dan maanfaat yang sesuai, serta memberikan
promo atau diskon kemudian memberikan kualitas produk yang konsisten,
mengutamakan kenyamanan konsumen dengan cara memilah dengan lebih teliti
lagi produk-produk pakaian thrift agar memiliki standar yang dapat diterima
konsumen dan tidak adanya kecacatan dalam produk serta dengan menawarkan
produk yang sesuai kebutuhan konsumen zaman sekarang untuk meningkatkan
konsumen agar melakukan keputusan pembelian produk pakaian thrift.
Kata kunci : perceived price, perceived quality, lifestyle, keputusan pembelian.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 22 Sep 2025 02:36
Last Modified: 22 Sep 2025 02:36
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/25397

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200