KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA EKOSISTEM PADI SAWAH DI DESA TANGSI BARU, KECAMATAN KABAWETAN, KABUPATEN KEPAHIANG, BENGKULU

Sitorus Pane, Santriawan River and Sempurna, Br. Ginting and Dwinardi, Apriyanto (2024) KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA EKOSISTEM PADI SAWAH DI DESA TANGSI BARU, KECAMATAN KABAWETAN, KABUPATEN KEPAHIANG, BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
SKRIPSI SANTRIAWAN RIVER SITORUS PANE (E1K019029) - Santri Awan.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan utama bagi penduduk Indonesia dan banyak
negara lain yang berperan penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia.
Penurunan produksi padi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti bencana alam
serta serangan hama dan penyakit tanaman padi. Sayah beririgasi di Desa Tangsi Baru
Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu pada ketinggian 600-700 m dpl.
merupakan ekosistem yang “patchi” menjadi bagian dari lansekap yang berbukit
bergelombang dengan kondisi sawah berteras berdampingan dengan ekosistem tanaman
kopi dan tanaman lahan kering lainnya. Keragaman Arthropoda pada ekosistem padi
sawah berbeda-beda tergantung letak geografis, ketinggian tempat, dan lansekap.
Informasi keragaman Arthropoda akan sangat penting untuk daerah-daerah bukan sentral
produksi padi untuk dapat dijadikan pertimbangan dalam pengelolaan hama yang lebih
berkelanjutan. Pengelolaan hama tananaman semusim seperti padi Desa Tangsi Baru, perlu
mempertimbangkan keanekaragaman lokal Arthropoda, dan ini bisa dimanfaatkan untuk
daerah-daerah yang kondisi lingkungannya serupa. Tujuan dari penelitian adalah ini untuk
mengetahui keragaman Arthropoda dan struktur komunitas Arthropoda pada ekosistem
padi sawah di desa Tangsi Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023 di areal persawahan Desa
Tangsi Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu dan di
Laboratorium Entomologi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu.
Petani di Desa Tangsi Baru menerapkan sistem budidaya tanaman padi secara
konvensional, termasuk yang dilakukan pada petak pengamatan untuk penelitian ini.
Pengendalian organisme pengganggu tanaman yang dilakukan oleh petani dengan
menggunakan insektisida kimia tanpa didahului monitoring ekosistem terlebih dulu. Petak
pengamatan 6.000 m2 merupakan lahan sawah yang berteras-teras yang terdiri dari 10
petak. Varietas padi yang ditanam adalah Inpari Cikebo, ditanam dengan jarak tanam 20 x
20 cm, sistem tegel. Tanaman dipupuk dengan menggunakan Urea (50 kg/ha) dan NPKPhonska (50 kg/ha).
Penentuan sampel dilakukan secara acak berjenjang (stratified random sampling)
pada setiap teras lahan. Teknik pengamatan dan koleksi Arthropoda dilakukan dengan cara
menggunakan tiga metode di antaranya teknik manual (pengamatan visual dan
penangkapan dengan tangan), jaring ayun (sweep net), dan perangkap likat kuning (yellow
sticky trap). Arthropoda yang berhasil didapatkan dari ketiga teknik penangkapan
dikumpulkan di dalam botol vial dan diawetkan basahkan menggunakan alkohol 70%.
Semua Arthropoda dibawa ke laboratorium untuk di identifikasi sapai tingkat famili.
Hasil penelitian Arthropoda yang didapatkan meliputi 8 Ordo dan 20 famili yang
meliputi kelompok herbivora, predator, parasitoid dan polinator dengan Indeks
keanekaragaman Arthropoda sedang (Manual H’= 2.55, jaring ayun H’= 2.63, dan
perangkap likat kuning H’= 1.55), indeks dominasi rendah (manual C= 0.09, jaring ayun
C= 0.08, perangkap likat kuning C= 0.28), indeks kemerataan merata (manual E= 0.92,
jaring ayun E= 0.93, perangkap likat kuning E= 0.67). Total julmah Arthropoda yang
diperoleh adalah sebanyak 1.938 ekor. Pengelompokan Arthropoda berdasarkan posisi
dalam level trofik/rantai makanan menunjukan jumlah individu Arthropoda yang berperan
sebagai predator lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah individu hama, jumlah individu
polinator (penyerbuk) dan jumlah individu arthropoda detritivor (pemakan bahan organik).
Tingginya jumlah musuh alami (predator dan parasitoid) disebabkan karena keberadaannya
yang terlebih dahulu hadir dibandingkan dengan kelompok hama. Hal tersebut
menyebabkan pertumbuhan populasinya lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok
hama. Predator yang bersifat polifag tidak bergantung pada keberadaan serangga hama,
namun dapat memangsa serangga apa saja yang berukuran lebih kecil dari pada tubuhnya.
Keanekaragam Arthropoda di areal persawahan Desa Tangsi Baru, Kecamatan
Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu memiliki indeks keragaman sedang, dengan
indeks dominansi yang rendah dan kemerataan yang merata. Hal tersebut menunjukkan
ekosistem yang stabil karena penyebaran jenis dan populasi Arthropoda yang merata di
dalam habitat. Struktur komunitas pada persawahan yang diamati terdapat serangga
herbivora, predator, parasitoid, detritivor dan polinator. Peran Arthropoda yang saling
mengisi di dalam struktur komunitas dapat memberikan keseimbangan sehingga tidak
terjadi ledakan populasi yang dapat merugikan.
Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Plant Protection
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 13 Oct 2025 03:42
Last Modified: 13 Oct 2025 03:42
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/28982

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200