IMPLEMENTASI 4 DICIPLINES OF EXECUTION DI P.T. PLN (PERSERO) UPT BENGKULU

Joffrian. M, Joffrian. M and Willy, Abdillah and Trisna, Murni (2020) IMPLEMENTASI 4 DICIPLINES OF EXECUTION DI P.T. PLN (PERSERO) UPT BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
TESIS JOFFRIAN M.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

P.T. PLN (Persero) mengeluarkan Peraturan penerapan 4DX yang
diadopsi dari buku The 4 Diciplines of Execution karya Sean Covey dan Jim
Huling untuk mencapai kinerja unggul. 4DX adalah system manajemen yang
mengatur tentang cara mengimplementasikan strategi untuk mencapai keberhasilan
dalam sebuah organisasi yang dilakukan secara terstrukstur, tersistem dan
berkelanjutan. 4 Dispilin dari 4DX adalah: (1) Fokus pada the wildly important, (2)
Bertindak pada Lead Measure, (3) Mengelola scoreboard yang memotivasi dan
(4) Menciptakan Irama Akuntabilitas. Pada penelitian ini dilakukan penelitian
tentang bagaimana Implementasi 4D di PT. PLN (Persero) UPT Bengkulu
Tujuan penelitian adalah untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana
Implementasi 4D di P.T. PLN (Persero) UPT Bengkulu, (2) Untuk mengetahui
Faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam Implementasi 4D di P.T. PLN
(Persero) UPT Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode wawancara sebanyak 23
responden dari UPT Bengkulu dan ULTG (sub unit). Responden terdiri dari
perwakilan Manajemen unit, Supervisor unit dan sub unit serta staff di UPT,
ULTG maupun di Gardu Induk.
Hasil penelitian diketahui bahwa Implementasi 4D di P.T. PLN (Persero)
UPT Bengkulu dilaksanakan dengan baik. Implentasi program ini dilihat dari 6
dimensi yaitu (1) Komitmen Manajemen, (2) Kemampuan dan Kapabiltas coach,
(3) Tahapan 4DX, (4) Dampak, (5) Ketersediaan Fasilitas, dan (5) Aspek
Keberlanjutan dan Budaya. Hasil penelitian ini juga menemukan factor-faktor
yang menjadi kendala dalam melaksanakan Implementasi 4D di P.T. PLN
(Persero) UPT Bengkulu, yaitu (1) Wilayah kerja yang luas sehingga memerlukan
waktu yang lebih lama untuk mengeksekusi program 4DX, (2) Kurangnya
komunikasi dan sosialisasi (refreshment) kepada seluruh pegawai di P.T. PLN
(Persero) UPT Bengkulu. Masih adanya pegawai yang tidak mengerti 4DX
meskipun sudah diterapkan selama 3 tahun (sejak 2016) menunjukkan masih perlu
dilakukan refreshment 4DX secara berkala di UPT Bengkulu (termasuk ketiga
ULTG-nya), (3) Kemampuan dan pemahaman coach di Unit dan ULTG tidak
sama. Dari hasil wawancara terlihat coach di UPT lebih paham 4DX daripada
coach di ULTG, sehingga implementasi 4DX tidak maksimal terlaksana seperti
yang dilakukan UPT, (4) Pelaksanaannya tidak konsisten. Pegawai menganggap
WIG dan LM hanya milik dan tanggung jawab coach, sehingga pelaksanaannya
vii
tidak berjalan otomastis tetapi tetap harus diingatkan oleh coach, (5) Adanya
Program Kerja dan Beban Kerja yang menjadi whirlwind. Seharusnya 4DX
menjadi satu kesatuan dengan program kerja sehingga bukan menjadi beban kerja
tambahan.
Disarankan kepada pihak manajemen P.T. PLN (Persero) UPT Bengkulu
untuk meningkatkan pemahaman pegawai terhadap implemtasi 4DX dengan cara
melaksanakan refreshment seacara periodic, sehingga akan muncul rasa memiliki
program ini dari seluru pegawai dan tidak dianggap hanya kewajiban coach saja
serta menghilngkan anggapan bahwa 4DX menambah beban kerja bukan sebagai
tool untuk menuju kinerja unggul.
Kata Kunci: 4DX, Disiplin, Wildly Important, Lead Measure.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master of Management Program
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 02 Nov 2025 13:23
Last Modified: 02 Nov 2025 13:23
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/30813

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200