Haryanti, Diana and Kamaludin, Kamaludin (2020) PENGARUH CREDIT RATING DALAM METODE PEMBAYARAN PERUSAHAAN MERGER DAN AKUISISI (Studi Kasus Pada Perusahaan M&A yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2019). Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI_Diana Haryanti_C1B016025.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Investior pada umumnya harus mengetahui informasi pada suatu perusahaan
sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Salah satu informasi yang perlu
diketahui adalah credit rating perusahaan. Credit rating didefinisikan sebagai opini
dan laporan tentang kelayakan kredit suatu perusahaan dalam kemampuannya
untuk membayar hutang (Jory, Ngo, & Wang, 2016). Perusahaan yang telah
memiliki rating, dapat dijadikan sebagai suatu perbandingan yang mempunyai
kemampuan baik atau buruk. Semakin tinggi rating perusahaan semakin mampu
perusahaan tersebut untuk membayar hutang-hutangnya (kewajiban). Credit rating
sendiri dikeluarkan oleh Credit Rating Agencies (Lembaga Pemeringkat Kredit)
yang resmi dan diakui. Sehubungan dengan kualitas kredit, Liu & Malatesta (2005)
dan Frank & Goyal (2009) menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat peringkat
kredit, semakin rendah asimetri informasi dan masalah seleksi yang merugikan
yang dihadapi oleh perusahaan. Karampatsas et al., (2014) hasil penelitianya
menemukan bahwa tingkat peringkat kredit yang lebih tinggi menunjukkan pilihan
uang tunai sebagai metode pembayaran. Metode pembayaran M&A juga
dipengaruhi oleh leverage dan size perusahaaan.
Penelitian ini dilakukan untuk meneliti apakah eksistensi rating, leverage, size dan
credit rating mempengaruhi pilihan metode pembayaran ketika melakukan M&A
pada perusahaan Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
kuantitatif, dimana terdapat pengujian hipotesis. Jenis data yang digunakan pada
penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari KPPU, BEI dan PEFINDO.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan M&A tahun
2013-2019 yang tercatat di KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha). Kriteria
dari sampel yang dibutuhkan antara lain, 1) perusahaan yang melakukan M&A
tahun 2013-2019 dan tercatat di KPPU, 2) perusahaan terdaftar di BEI, 3) rating
yang dikeluarkan oleh PEFINDO, 4) data perusahaan yang menjadi sampel tersedia
secara lengkap serta menerbitkan annual report. Jumlah sampel dalam penelitian
ini adalah 53 perusahaan. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan
analisis regresi logistik biner.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa eksistensi rating perusahaan penggabung
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap metode pembayaran M&A.
xi
Leverage pada perusahaan penggabung berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap metode pembayaran M&A. Size pada perusahaan penggabung
berpengaruh positif dan signifikan terhadap metode pembayaran M&A. Tingkat
credit rating perusahaan penggabung tidak berpengaruh terhadap metode
pembayaran M&A.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat disarankan kepada investor, bahwa rating
perusahaan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai
perusahaan. Rating bukan didasarkan pada seberapa besar potensi keuntungan yang
ditawarkan oleh instrumen investasi yang memperoleh rating, melainkan pada
seberapa rendah risiko kerugian yang mungkin akan diderita oleh investor.
Kata kunci: eksistensi rating, leverage, size, credit rating, credit ratings agencies,
metode pembayaran M&A
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Management |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 10 Nov 2025 04:37 |
| Last Modified: | 10 Nov 2025 04:37 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/31370 |

