Rosaningtyas, Ayu Shafira and Chairil, Afandy (2020) PENGARUH FINANCIAL LITERACY PADA FINANCIAL INCLUSION DENGAN FINANCIAL SELF EFFICACY SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi_Ayu Shafira Rosaningtyas_C1B016029_Pengaruh financial literacy terhadap financial inclusion dengan.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (11MB)
Abstract
Financial inclusion merupakan bentuk pendalaman layanan keuangan
yang didasari kehidupan masyarakat in bottom of the pyramid untuk
memanfaatkan produk dan jasa keuangan formal seperti sarana menyimpan uang
yang aman, transfer, menabung maupun pinjaman dan asuransi. Saat ini inklusi
keuangan masih menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan dalam
pengentasan kemiskinan (Bongomin, et al., 2018). Salah satu faktor yang dapat
memengaruhi tingkat inklusi keuangan disuatu negara adalah tingkat financial
literacy masyarakat dinegara tersebut. Masyarakat yang memiliki literasi
keuangan lebih siap dalam melakukan perencanaan keuangan pribadinya (Boon,
et al., 2011). Selain itu, dalam mengelola keuangan seseorang membutuhkan rasa
percaya diri dalam kemampuan mereka yakni financial self efficacy (Farrel et al.,
2015), tingkat financial self efficacy yang tinggi akan memengaruhi tindakan
konsumen layanan keuangan untuk mengakses layanan keuangan (Mindra et al.,
2017). Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui
pengaruh fiancial literacy terhadap financial inclusion, 2) Mengetahui pengaruh
financial literacy terhadap financial self efficacy, 3) Mengetahui pengaruh
financial self efficacy terhadap financial inclusion, 4) Mengetahui peran financial
self efficacy sebagai pemediasi dalam pengaruh antara financial literacy terhadap
financial inclusion.
Financial inclusion adalah hak setiap orang untuk memiliki akses dan
layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif,
terjangkau, dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya (Bank
Indonesia, 2014). Membangun masyarakat yang inklusif secara finansial
memerlukan peningkatan literasi keuangan dalam hal memberikan keterampilan
dan pengetahuan keuangan serta penerapannya dalam membuat keputusan
keuangan (Mindra dan Moya, 2017). Sedangkan financial self efficacy dipahami
sebagai sikap, keyakinan dan kepercayaan diri individu dalam membuat
keputusan keuangannya (Kempson, et al., 2005).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah financial inclusion sebagai variabel
dependen, financial self efficacy sebagai variabel mediasi, dan financial literacy
sebagai variabel independen. Data yang digunakan adalah data primer, yaitu data
yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner online kepada masyarakat Provinsi
Bengkulu. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Provinsi Bengkulu sebanyak
x
1.963.300 jiwa (Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, 2019), dengan jumlah
sampel yang diolah dalam penelitian ini adalah sebanyak 524 responden.
Hasil penelitian yang diolah menggunakan SmartPls menunjukkan bahwa
ke empat hipotesis diterima. Hasil pengujian hipotesis 1 menunjukkan bahwa
financial literacy berpengaruh positif terhadap financial inclusion dengan nilai t
statistic sebesar 10,25745 > 1,96. Hasil pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa
financial literacy berpengaruh terhadap financial self efficacy dengan nilai
t-statistic sebesar 67,68844 > 1,96. Hasil pengujian hipotesis 3 menunjukkan
bahwa financial self efficacy berpengaruh terhadap financial inclusion dengan
nilai t-statistic sebesar 2,41724 >1,96. Hasil pengujian hipotesis 4 menunjukkan
bahwa financial self efficacy memediasi secara parsial (partial mediation)
pengaruh financial literacy terhadap financial inclusion.
Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah financial self efficacy
secara parsial mampu memediasi pengaruh financial literacy terhadap financial
inclusion di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pihak –
pihak terkait seperti pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga keuangan
formal untuk dapat meningkatkan inklusi keuangan melalui: (1) peningkatan
infrastruktur keuangan yang akan memudahkan masyarakat untuk menjangkau
dan mengakses layanan dan produk – produk keuangan formal, (2) meningkatkan
program edukasi dan sosialisasi mengenai literasi keuangan terutama yang
berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang baik agar masyarakat lebih mampu
untuk mengatur alokasi pendapatan serta lebih percaya diri dalam mengatur
keuanganya dan mengambil keputusan mengenai keuangannya, (3) melakukan
sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya penggunaan layanan keuangan
formal kepada masyarakat. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk
menambah lebih banyak literatur yang relevan dan memperluas sampel penelitian.
Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat menggunakan metode
pengujian efek mediasi yang lain untuk meningkatkan keakuratan pengukuran
mediasi.
Kata kunci: Financial Literacy, Financial Inclusion, Financial Self Efficacy
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 13 Nov 2025 00:47 |
| Last Modified: | 13 Nov 2025 00:47 |
| URI: | http://repository.unib.ac.id/id/eprint/31660 |

