TINJAUAN SKEMA FASILITASI PEMBANGUNAN KEBUN MASYARAKAT OLEH PERUSAHAAN SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK AGRARIA BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Dimas, Heriyadi and Edra, Satmaidi and Deli, Waryenti (2026) TINJAUAN SKEMA FASILITASI PEMBANGUNAN KEBUN MASYARAKAT OLEH PERUSAHAAN SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK AGRARIA BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
DIMAS HERIYADI_SKRIPSI - dimas heriyadhi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Skema fasilitasi pembangunan kebun masyarakat oleh perusahaan sebagai resolusi
konflik agraria bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi pemberdayaan
dan pembangunan masyarakat, hingga alternatif pencegahan bahkan resolusi
konflik di lingkungan pelaku usaha perkebunan. Namun fakta lapangan justru
menyebutkan bahwa usaha perkebunan menjadi sektor terbesar terjadinya konflik
agraria secara umum. Salah satu mekanisme penyelesaian yang berkembang dalam
praktik adalah skema pembangunan kebun masyarakat oleh perusahaan, terutama
di sektor perkebunan. Skema ini menjadi instrumen resolusi konflik yang diakui
dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 39
Tahun 2014 tentang Perkebunan yang mewajibkan perusahaan memfasilitasi
pembangunan kebun masyarakat minimal 20% dari luas areal yang diusahakan,
serta berbagai regulasi turunannya yang menekankan kemitraan, pemberdayaan,
dan pembagian manfaat yang adil. Melalui metode yuridis dan analisis normatif
penelitian ini mengkonstruksikan 2 (dua) rumusan masalah: (i) Bagaimana
kewajiban fasilitasi pembangunan kebun masyarakat oleh perusahaan berdasarkan
peraturan perundang-undangan dan (ii) bagaimana skema skema fasilitasi
pembangunan kebun masyarakat oleh perusahaan sebagai resolusi konflik agraria.
Hasil penelitian ini menyimpulkan dua hal. Pertama, bahwa pembangunan kebun
masyarakat berfungsi sebagai mekanisme rekonsiliasi struktural yang mengurangi
potensi sengketa, memberikan kepastian hak kelola kepada masyarakat,
memperkuat legitimasi operasional perusahaan serta efektivitas skema ini sangat
ditentukan kesetaraan posisi para pihak, serta supervisi pemerintah dalam
memastikan implementasi yang sesuai hukum. Kedua¸ fasilitasi pembangunan
kebun masyarakat dengan skema tanah objek reforma agraria (TORA) dan tanah
kas desa (TKD) dapat menjadi model penyelesaian konflik agraria yang
berkelanjutan apabila dijalankan dengan skema yang ideal secara akuntabel dan
berkeadilan.
Kata kunci: Resolusi konflik agraria, skema fasilitasi pembangunan kebun
masyarakat, perkebunan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science
Depositing User: Irma Rohayu, S.IPust
Date Deposited: 20 Apr 2026 03:15
Last Modified: 20 Apr 2026 03:15
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32924

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200