Intan, Rahayu and Sirman, Dahwal and Akhmad, Muslih (2026) PELAKSANAAN TRADISI SEDE’EAN SETELAH AKAD NIKAH MENURUT HUKUM ADAT KAUR DI DESA CUCUPAN KECAMATAN TETAP KABUPATEN KAUR. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi Full - Intann Rhyu.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (4MB)
Abstract
Salah satu adat masyarakat Kaur adalah tradisi sede'ean, yang dilakukan setelah
akad nikah sebagai bentuk penghormatan dan pengesahan sosial atas ikatan
perkawinan. Penelitian ini untuk mengetahui pasangan yang tidak melakukannya
menerima sanksi adat dari Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, serta faktor-faktor
apa saja yang menjadi alasan tidak dilaksanakannya tradisi sede’ean tersebut.
Metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris digunakan dalam penelitian
ini. Tokoh adat, tokoh masyarakat, menjadi sampel dalam penelitian ini melalui
wawancara, observasi, dan pemeriksaan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tradisi sede'ean memiliki nilai sosial dan hukum adat yang
tinggi karena mereka membantu memperkuat ikatan keluarga dan menjaga
keharmonisan di antara warga. Namun, karena modernisasi, banyaknya masyarakat
yang merantau, dan faktor ekonomi, pelaksanaannya mulai menurun. Hukum adat
menetapkan sanksi untuk pasangan yang tidak mengikuti tradisi ini dengan
membayar denda adat. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap
masyarakat. Tradisi sede'ean memainkan peran penting sebagai warisan budaya
dan alat hukum adat untuk menjaga struktur sosial masyarakat Kaur.
Kata Kunci: Tradisi Sede’ean, Sanksi Adat, , Faktor Penyebab, Hukum Adat
Kaur,Perkawinan Adat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law Science |
| Depositing User: | Irma Rohayu, S.IPust |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 09:20 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 09:20 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32956 |

