Lasma, Regina Nainggolan and Herawan, Sauni and Edytiawarman, Edytiawarman (2026) PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI KECAMATAN PANGKATAN KABUPATEN LABUHANBATU. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI LASMA REGINA N B1A019224 1 - Regina Nainggolan.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Masyarakat adat Batak menganut sistem kekerabatan patrilineal yang menarik garis
keturunan dari pihak bapak. Pada adat Batak Toba anak laki-laki merupakan
menerus marga, penanggung jawab adat, merupakan ahli waris utama dan
kehadirannya sangat penting dalam struktur sosial Dalihan Na Tolu. Apabila
sebuah keluarga tidak mempunya anak laki-laki maka keluarga tersebut akan
dianggap punah (punu). Namun pada kenyataannya tidak semua keluarga Batak
Toba memiliki anak laki-laki. Permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimana
pembagian harta warisan menurut adat Batak Toba dan bagaimana proses
pembagian harta warisan pada masyarakat Batak Toba di Kecamatan Pangkatan
Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini berfokus pada sistem pewarisan masyarakat
adat Batak di Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu. Jenis penelitian ini
adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan penelitan sosiologi hukum.
Penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder. Pengumpulan data
dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Metode
pengolahan data menggunakan metode editing (pemeriksaan data). Metode analisis
data yang digunakan adalah metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pembagian harta warisan menurut adat Batak Toba pada
dasarnya mengikuti sistem kekerabatan patrilineal namun terdapat perubahan pola
pembagian harta waris pada masyarakat adat Batak Toba di Kecamatan Pangkatan
Kabupaten Labuhanbatu ditemukan adanya perubahan pada pembagian harta
kepada anak perempuan maupun anak angkat sebagai bentuk keadilan, kasih
sayang, dan rasa tanggung jawab. Pembagian harta warisan dilakukan melalui
musyawarah kelurga. Fenomena ini menunjukkan bahwa hukum adat Batak tidak
lagi bersifat absolut, tetapi relatif dan menyesuaikan dengan perkembangan sosial
serta kebutuhan keluarga.
Kata kunci: Hukum Adat, Hukum Waris Adat, Adat Batak Toba
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law Science |
| Depositing User: | Irma Rohayu, S.IPust |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 07:25 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 07:25 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32970 |

