ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) DI DESA BANJARSARI, MEOK, DAN APOHO, PULAU ENGGANO, PROVINSI BENGKULU

ADITYA, MUHAMMAD and Besperi, Besperi and Agustin, Gunawan (2026) ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) DI DESA BANJARSARI, MEOK, DAN APOHO, PULAU ENGGANO, PROVINSI BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
Skripsi Muhammad Aditya G1B021052 - Laboratorium teknik sipil unib.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (9MB)

Abstract

Abrasi yang berkelanjutan di wilayah pesisir telah menjadi ancaman serius, tidak
hanya mengurangi luas daratan tetapi juga membahayakan infrastruktur dan
keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan
menganalisis laju perubahan garis pantai, besarnya abrasi dan akresi, serta
distribusi spasial di Desa Banjarsari, Meok, dan Apoho pada periode 2005–2025.
Data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 7 (2005), Landsat 8 (2015), dan
Landsat 9 (2025). Metode yang digunakan adalah analisis spasial kuantitatif
menggunakan citra satelit yang diolah melalui perangkat lunak Digital Shoreline
Analysis System (DSAS). Perhitungan pergeseran garis pantai didasarkan pada
metode Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Hasil
menunjukkan abrasi lebih dominan dibandingkan akresi di seluruh lokasi
penelitian. Desa Banjarsari mengalami abrasi rata-rata -12,4 m (periode 1) dan
-10,96 m (Periode 2) dengan laju tahunan -0,77 hingga -0,69 m/tahun. Desa Meok
mencatat abrasi tertinggi dengan rata-rata -12,1 m (periode 1) dan -12,72 m
(periode 2) dan maksimum -42,34 m, serta laju -0,75 m/tahun hingga 0,81
m/tahun. Desa Apoho memiliki abrasi konsisten dengan rata-rata -12,36 m
hingga -11,26 m dan akresi sangat terbatas hanya 2,17 m. Pemetaan hasil analisis
menunjukkan Meok sebagai wilayah paling rentan kehilangan daratan,
sedangkan Banjarsari masih memiliki titik akresi signifikan. Penelitian ini
menegaskan bahwa abrasi menjadi ancaman utama di pesisir Enggano dan
hasilnya dapat dijadikan dasar dalam mitigasi serta pengelolaan wilayah pesisir
secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Pulau enggano, perubahan garis pantai, abrasi, akresi, DSAS

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
Depositing User: 58 lili haryanti
Date Deposited: 30 Apr 2026 02:00
Last Modified: 30 Apr 2026 02:00
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32980

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200