Br Purba, Albina Ria Lestari and Hesti, Pujiwati and Putri, Mian Hariani (2026) PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DENGAN PEMBERIAN ABU BOILER KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK PADA LAHAN ULTISOL. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI_Albina Ria Lestari Br Purba_E1J021058 (1) - Albina Purbaaja.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (3MB)
Abstract
Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan komoditas penting sebagai
sumber protein nabati, namun produktivitasnya masih rendah, terutama di lahan
marginal seperti Ultisol. Ultisol memiliki pH yang rendah, kandungan hara sedikit,
serta kesuburan tanah yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman. Salah satu
solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan pemberian abu boiler
kelapa sawit sebagai bahan amelioran. Abu boiler kelapa sawit mengandung unsur
hara makro seperti kalium, kalsium, dan magnesium, serta mampu menurunkan
keasaman tanah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis abu
boiler kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman
kedelai, mendapatkan dosis abu boiler kelapa sawit terbaik terhadap pertumbuhan
dan hasil tanaman kedelai, mendapatkan dosis pupuk NPK terbaik terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
Penelitian dilaksanakan dari September hingga Desember 2024 di lahan
percobaan Universitas Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Kelompok
Lengkap (RAKL) dengan dua faktor: dosis abu boiler kelapa sawit 0 ton ha-1
, 2,5
ton ha-1
, 5 ton ha-1
, dan 7,5 ton ha-1
dan dosis NPK 0 kg ha-1
, 200 kg ha-1
, 250 kg
ha-1
, dan 300 kg ha-1
, menghasilkan 16 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan.
Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah akar,
bobot kering akar, bobot kering tajuk, kehijauan daun, jumlah polong per tanaman
dan jumlah polong per petak, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman dan
bobot biji per petak, serta bobot 100 biji. Data dianalisis menggunakan ANOVA,
dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5% jika terdapat perbedaan nyata.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pemberian dosis abu boiler
2,5 ton ha-1
kelapa sawit dan NPK 300 kg-1 berpengaruh nyata pada jumlah polong
per tanaman. Pemberian dosis abu boiler kelapa sawit 7,5 ton ha-1
memberikan
pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot basah akar, jumlah polong per
tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji per petak, dan bobot 100 biji.
Sebaliknya, pemberian pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap
semua variabel pengamatan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 04:04 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 04:04 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33025 |

