TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU PENJUALAN SAMCODIN TANPA IZIN EDAR DI WILAYAH HUKUM POLRES BENGKULU SELATAN

VIRONIKA, USMI and Sudirman, Sitepu and DWI, PUTRI LESTARIKA (2026) TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU PENJUALAN SAMCODIN TANPA IZIN EDAR DI WILAYAH HUKUM POLRES BENGKULU SELATAN. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
Vironika_Usmi - Vironika Usmi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Peredaran obat tanpa izin edar di Indonesia merupakan
permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan
ketertiban sosial, salah satunya adalah penyalahgunaan obat Samcodin
yang mengandung Dextromethorphan. Meskipun secara terapeutik
berfungsi sebagai obat batuk, penggunaan dalam dosis berlebihan
menimbulkan efek psikoaktif dan ketergantungan, sehingga sering
disalahgunakan, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis faktor-faktor kriminologis yang mendorong pelaku
melakukan penjualan Samcodin tanpa izin edar serta mengkaji upaya
penanggulangan yang dilakukan oleh Polres Bengkulu Selatan. Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan
pendekatan socio-legal melalui wawancara dan studi lapangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penjualan Samcodin tanpa
izin edar dipengaruhi oleh faktor ekonomi, lingkungan sosial, dan
lemahnya pengawasan peredaran obat, yang dapat dijelaskan melalui Teori
Asosiasi Diferensial dan Teori Ekonomi, dan Teori Lingkungan
(Sosiologis). Upaya penanggulangan yang dilakukan Polres Bengkulu
Selatan meliputi langkah preventif berupa patroli rutin, edukasi hukum
kepada masyarakat, serta kerja sama lintas instansi, dan langkah represif
berupa penyelidikan tertutup, verifikasi bukti awal, serta penangkapan
pelaku. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penjualan
Samcodin tanpa izin edar merupakan fenomena kejahatan yang bersifat
multidimensional, sehingga penanggulangannya tidak dapat hanya
bergantung terhadap penegakan hukum semata, melainkan memerlukan
pendekatan preventif yang melihat faktor sosial dan ekonomi pelaku. Oleh
karena itu, disarankan agar aparat penegak hukum dan instansi terkait
meningkatkan pengawasan peredaran obat, memperkuat edukasi hukum
kepada masyarakat, serta mengoptimalkan kerja sama lintas instansi guna
mencegah dan menanggulangi peredaran obat tanpa izin edar secara lebih
efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Samcodin, Kriminologi, Penanggulangan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science
Depositing User: Irma Rohayu, S.IPust
Date Deposited: 04 May 2026 04:18
Last Modified: 04 May 2026 04:18
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33049

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200