Pitri, Aisyah and Wahyudi, Arianto and M Fajrin, Hidayat (2026) KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN JENIS ROTAN DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT SANGGUL DESA LUBUK RESAM KABUPATEN SELUMA. Other thesis, Universitas Bengkulu.
DRAFT SKRIPSI AISYAH PITRI fix - Aisyah Fitri.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (8MB)
Abstract
Rotan adalah salah satu jenis hasil hutan bukan kayu yang memiliki
keanekaragaman yang cukup tinggi. Sekitar 314 jenis rotan dari 8 genus ada di Indonesia.
Rotan merupakan tumbuhan dari famili Arecaceae yang tumbuh memanjat, dengan batang
silindris beruas, tidak berongga, berduri sebagai alat pertahanan dan fasilitas pemanjat,
bersifat lentur, serta dapat tumbuh soliter maupun berumpun. keterbatasan data mengenai
sebaran, jenis, dan kelimpahan rotan di Kawasan Hutan Lindung Bukit Sanggul
menyebabkan informasi mengenai potensi sumber daya rotan di wilayah tersebut belum
tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis
rotan di Kawasan Hutan Lindung Bukit Sanggul Desa Lubuk Resam Kabupaten Seluma.
Penelitian ini dilaksanakan pada Januari - Desember 2025 menggunakan metode
belt transect sebanyak empat transek berukuran 100 × 20 m yang masing-masing dibagi
menjadi subplot pengamatan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis rotan, jumlah
individu, diameter batang, serta faktor abiotik berupa suhu, kelembaban, intensitas cahaya,
dan pH tanah. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menghitung indeks
keanekaragaman Shannon-Wiener untuk mengetahui keragaman jenis rotan, menghitung
indeks nilai penting untuk menentukan dominansi jenis rotan,
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 jenis rotan yang tergolong ke dalam 4
marga, dengan kelimpahan masing-masing yaitu: Calamus manan Miq (21 individu),
Calamus javensis Bl (10), Calamus exilis Griff (98), Calamus caesius Bl (68), Calamus
ornatus Bl (16 individu), Calamus mawaiensis Furtado (114 individu), Calamus insignis
Griff (5 individu), Calamus axillaris Becc (156 individu), Calamus optimus Becc (9
individu), Ceratolobus leavigatus Var. regularis (22 individu), Daemanorops
dydimophylla (43 individu), Daemanorops ruptilis Var. acaulescens (7 individu),
Daemanorops fissa Bl (79 individu), Daemanorops hustrix (Griff) Mart (33 individu),
Korthalsia rostrata Bl (440 individu), Korthalsia rigida Bl (2 individu), dan Korthalsia
concolor (2 individu). Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') sebesar 2,04 .
Jenis yang paling mendominasi adalah Korthalsia rostrata dengan Indeks Nilai Penting
(INP) 52,90%, sedangkan kelimpahan terendah ditemukan pada Korthalsia rigida Bl dan
Korthalsia cancolor. Faktor abiotik di lokasi penelitian, seperti suhu 27,9–28,7°C,
kelembaban 72,4–82,3%, intensitas cahaya 270–281 lux, dan pH tanah 4,92–6,08 juga
mendukung pertumbuhan rotan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
kawasan penelitian memiliki potensi keanekaragaman rotan yang cukup tinggi, sehingga
perlu dilakukan upaya pengelolaan dan penelitian lanjutan untuk mengetahui potensi di
wilayah lain dalam kawasan yang lebih luas
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Forestry |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:29 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:30 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33254 |

