Sahwiyadi, Sahwiyadi and Yansen, Yansen and Hefri, Oktoyoki (2026) INVENTARISASI JENIS NATIVE TREE SPECIES DI KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN DESA AIR TENAM, KABUPATEN BENGKULU SELATAN. Other thesis, Universitas Bengkulu.
E1B021008_SAHWIYADI_FP - Sahwiyadi (Sahwi-kun).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (4MB)
Abstract
Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu bentuk program pemerintah
yaitu, perhutanan sosial. Pada program ini masyarakat diberikan hak untuk mengelola hutan
negara dan menerima manfaatnnya. Penyelenggaraan HKm merupakan pemberian legalisasi
untuk menerima manfaat dari hutan negara oleh masyarakat dan bisa direalisasikan di
kawasan hutan produksi maupun hutan lindung. Keberadaan HKm di provinsi Bengkulu
salah satunya terletak di Desa Air Tenam, Kabupaten Bengkulu Selatan. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis native tree spesies pada tingkat pohon dan tiang
di Kawasan Hutan Kemasyarakatan Desa Air Tenam.
Penelitian dimulai pada Januari 2023 yang berlokasi di kawasan Hutan
Kemasyarakatan Desa Air Tenam, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan,
Provinsi Bengkulu. Pembuatan herbarium dan determinasi serta analisis data penelitian
dilakukan di Laboratorium Kehutanan Universitas Bengkulu. Pengambilan data
menggunakan metode purposive sampling dengan dasar klasifikasi perbedaan tutupan yang
merupakan hasil analisis citra satelit. Perbedaan tutupan lahan diklasifikasikan menjadi lima
tutupan berbeda yaitu, Hutan primer (Closed Canopy), Hutan Sekunder (Partial Canopy),
Semak belukar (Very Degraded Forest), Agroforestri (Agroforestry) dan Lahan Terbuka
(Recently Cleared Forest). Peletakan plot dibagi secara proporsional berdasarkan persentase
luas tutupan dan diletakan secara purposive sampling. Pengamatan dilakukan menggunakan
plot dengan ukuran 20m x 20m untuk pengamatan tingkat pohon dan plot ukuran 10m x 10m
untuk pengamatan tingkat tiang yang dilakukan dengan metode Nested plot.
Hasil penelitian menunjukkan, keanekaragaman jenis Native tree species di HKm
Desa Air Tenam pada berbagai tutupan lahan cukup bervariasi. Pada Hutan primer terdiri
dari 25 jenis dari 11 famili untuk tingkat pohon dan 20 jenis dari 11 famili. Pada hutan
sekunder terdiri dari 14 jenis dari 10 famili untuk tingkat pohon dan 15 jenis 11 famili untuk
tingkat tiang. Pada semak belukar terdiri dari 10 jenis dari 7 famili untuk tingkat pohon dan
13 jenis dari 8 famili untuk tingkat tiang. Pada lahan agroforestri ditemukan 4 jenis dari 3
famili untuk tingkat pohon dan 8 jenis dari 5 famili. Analisis Indeks keanekaragaman
menunjukkan hutan primer memiliki keanekaragaman tertinggi yaitu 1,32 pada pohon dan
1,24 pada tiang. Sedangkan pada hutan sekunder memiliki angka 1,09 untuk pohon dan 1,11
untuk tiang. Kemudian pada semak belukar dan agroforestry memiliki angka dibawah 1
yaitu, 0,91 untuk pohon dan 0,97 untuk tiang di semak belukar serta 0,50 pada pohon dan
0,86 pada tiang di agroforestri.
Hasil analisis kesamaan komunitas menggunakan rumus Indeks Kesamaan Sørensen
pada tingkat pohon menunjukkan hutan primer, hutan sekunder dan semak belukar memiliki
kesamaan antara 25% - 23% dan tidak memiliki kesamaan komunitas dengan lahan
agroforestri. Sedangkan pada tingkat tiang menunjukkan hutan primer memiliki kesamaan
dengan semak belukar sebesar 30% serta dengan hutan sekunder 24% dan paling rendah
kesamaan dengan agroforestri yaitu 0%. Sedangkan, hutan sekunder memiliki kesamaan
21% dengan semak belukar dan 9% dengan lahan agroforestri. Semak belukar memiliki
kesamaan vegetasi sebesar 19% dengan lahan agroforestri.
Hasil analisis faktor lingkungan keempat perbedaan tutupan lahan memiliki hasil
yang relatif sama. Pada pengukuran pH tanah relatif sama yaitu 7 dengan suhu lingkungan
yang bervariasi antara 26,9 pada hutan primer hingga 30,1 pada lahan agroforestri. Pada
hasil pengukuran kelembapan cukup bervariasi antara 69,8% pada hutan sekunder hingga
81,5% pada hutan sekunder. Dari hasil pengamatan pada masing-masing plot berdasarkan
jumlah jenisnya menunjukkan hutan primer memiliki jenis terbanyak dengan rata-rata
ditemukan setidaknya 7 jenis pada 1 plot, dan paling sedikit ditemukan pada lahan
agroforestri dengan rata-rata ditemukan 3,6 jenis per plot.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Forestry |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:38 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:38 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33255 |

