KEANEKARAGAMAN JENIS ANGGREK (ORCHIDACEAE) DI KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) DESA AIR TENAM KABUPATEN BENGKULU SELATAN

Firmansyah, Wahyu and Agus, Susatya and Maria, Paulina (2026) KEANEKARAGAMAN JENIS ANGGREK (ORCHIDACEAE) DI KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) DESA AIR TENAM KABUPATEN BENGKULU SELATAN. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
SKRIPSI WAHYU FIRMANSYAH_E1B021049 - Wahyu Firmansyah.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Keanekaragaman Jenis Anggrek (Orchidaceae) di Kawasan
Hutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Air Tenam Kabupaten Bengkulu Selatan” dan
dilaksanakan untuk mengetahui jenis-jenis anggrek serta keanekaragaman di kawasan
HKm Desa Air Tenam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya anggrek
sebagai kelompok tumbuhan indikator ekosistem hutan serta tingginya ancaman terhadap
populasinya akibat degradasi habitat, pemanfaatan berlebihan, dan perubahan tutupan
lahan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2025 dengan menggunakan metode
eksplorasi pada tiga jalur dengan total panjang 11,76 km. Data yang dikumpulkan
mencakup identifikasi morfologi, jumlah individu setiap jenis, jenis pohon inang, serta
faktor lingkungan berupa suhu, intensitas cahaya, kelembapan, dan pH tanah. Seluruh
sampel kemudian dideterminasi di Laboratorium Kehutanan Universitas Bengkulu
menggunakan literatur pendukung untuk memastikan keakuratan identifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan HKm Desa Air Tenam memiliki
keanekaragaman anggrek yang cukup tinggi, yaitu sebanyak 13 spesies dengan total 544
individu. Dari jumlah tersebut, 12 spesies merupakan anggrek epifit, sementara 1 spesies
merupakan anggrek terestrial, yaitu Spathoglottis plicata. Jenis yang paling melimpah
adalah Bulbophyllum korthalsii (99 individu), sedangkan Acriopsis javanica merupakan
jenis dengan jumlah individu paling sedikit (3 individu). Nilai indeks keanekaragaman
Shannon-Wiener yang diperoleh adalah H’ = 2,29, yang termasuk kategori
keanekaragaman sedang. Nilai ini menunjukkan bahwa ekosistem HKm masih cukup stabil
dan mampu mendukung keberadaan berbagai spesies anggrek, meskipun diduga terdapat
tekanan ekologis tertentu yang mencegah tercapainya tingkat keanekaragaman tinggi.
Persebaran anggrek di setiap jalur penelitian juga menunjukkan variasi yang dipengaruhi
oleh karakteristik lingkungan seperti pencahayaan, kelembapan, dan kerapatan tajuk.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah
dalam pengelolaan kawasan HKm, upaya konservasi keanekaragaman anggrek, serta
penelitian lanjutan mengenai ekologi tumbuhan hutan tropis di Provinsi Bengkulu.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 01 Jul 2026 03:14
Last Modified: 01 Jul 2026 03:14
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33266

Actions (login required)

View Item
View Item