PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA ADAPTIF PEGAWAI: PERAN MEDIASI KEPUASAN KERJA DAN KETERLIBATAN KERJA DENGAN MODERASI LINGKUNGAN KERJA DAN DUKUNGAN SUPERVISOR

Apileslipi, Apileslipi and Muhartini, Salim and Abdillah, Wiily and Praningrum, Praningrum (2025) PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA ADAPTIF PEGAWAI: PERAN MEDIASI KEPUASAN KERJA DAN KETERLIBATAN KERJA DENGAN MODERASI LINGKUNGAN KERJA DAN DUKUNGAN SUPERVISOR. Doctoral thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
DISERTASI APILESLIPI C3B022001 FINAL FIX - akademik 2022.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (7MB)

Abstract

Kinerja adaptif pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan elemen
krusial dalam mendukung efektivitas organisasi publik dalam menjalankan
kebijakan pemerintah serta memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Organisasi publik dihadapkan pada lingkungan yang dinamis, ditandai oleh
perubahan regulasi, kebijakan, serta dinamika sosial dan politik yang terus
berkembang. Kondisi tersebut menuntut keberadaan pegawai yang memiliki
tingkat kinerja adaptif tinggi guna menghadapi berbagai tantangan yang muncul
secara fleksibel dan responsif.
Untuk membentuk sumber daya manusia yang mampu menunjukkan
kinerja adaptif di tengah lingkungan kerja yang tidak stabil dan terus berubah,
diperlukan suatu pendekatan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan visi
kreatif, ketekunan, energi, intuisi, kepekaan terhadap kebutuhan pegawai, serta
kemampuan dalam menginspirasi dan memotivasi pegawai untuk mencapai tujuan
organisasi. Kepemimpinan transformasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan
tersebut karena karakteristiknya yang mendorong perubahan positif, inovasi, dan
pengembangan individu dalam organisasi.
Secara konseptual, kinerja adaptif merujuk pada perilaku kerja yang
fleksibel dan berorientasi pada kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan
melalui penguasaan dalam pemecahan masalah, manajemen ketidakpastian,
pengendalian stres dan krisis, pembelajaran berkelanjutan, serta penyesuaian
terhadap perbedaan individu, budaya, dan lingkungan kerja. Kinerja adaptif
dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, seperti gaya
kepemimpinan, tingkat kepuasan kerja, keterlibatan pegawai, kualitas lingkungan
kerja, serta dukungan dari atasan langsung.
Dalam konteks organisasi sektor publik, dinamika lingkungan kerja yang
fluktuatif bahkan cenderung turbulen menekankan pentingnya keberadaan
pegawai dengan kinerja adaptif yang tinggi. Namun, studi mengenai kinerja
adaptif dalam organisasi publik masih tergolong terbatas, sehingga menjadikan
topik ini relevan dan penting untuk diteliti lebih lanjut. Di samping itu, temuan
empiris sebelumnya mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap
kinerja pegawai menunjukkan hasil yang beragam. Sebagian penelitian
menyimpulkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan
transformasional dan kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa semakin
tinggi persepsi terhadap kepemimpinan transformasional, maka semakin tinggi
pula kinerja yang ditampilkan. Sebaliknya, sejumlah penelitian lainnya
menemukan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan secara langsung antara
vii
kepemimpinan transformasional dan kinerja pegawai, sehingga membuka ruang
untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memediasi atau
memoderasi hubungan tersebut.
Berdasarkan kesenjangan penelitian yang telah diidentifikasi serta
rekomendasi dari studi-studi sebelumnya, penelitian ini mengembangkan suatu
model konseptual mengenai kinerja adaptif. Model tersebut merupakan hasil
intervensi dan modifikasi dari model konseptual terdahulu yang memposisikan
kepemimpinan transformasional sebagai variabel independen, kepuasan kerja dan
keterlibatan kerja sebagai variabel mediasi, serta kinerja pegawai sebagai variabel
dependen. Dalam pengembangannya, model ini diarahkan untuk menyesuaikan
dengan konteks organisasi sektor publik, serta menjawab kebutuhan akan
pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi
kinerja adaptif pegawai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kepemimpinan
transformasional terhadap kinerja adaptif pegawai dengan peran mediasi kepuasan
kerja dan keterlibatan kerja serta moderasi lingkungan kerja dan dukungan
supervisor. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan pendekatan survei.
Jenis data penelitian adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan metode
survey dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi penelitian
adalah seluruh pegawai ASN BKD dan BKPSDM se-Provinsi Bengkulu. Jumlah
sampel penelitian sebanyak 330 pegawai yang di diambil menggunakan metode
proportional random sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif
dengan bantuan program SPSS 25 dan analisis structural equation modeling
(SEM) menggunakan program SmartPLS 3.2.9.
Teori utama (grand theory) yang digunakan untuk menjelaskan kinerja
adaptif pegawai dalam penelitian ini adalah Psychological Contract Theory (teori
kontrak psikologis), social exchange theory sebagai middle range theory, dan
apllied theory menggunakan konsep teoritis dan empiris kepemimpinan
transformasional, kepuasan kerja, keterlibatan kerja, lingkungan kerja, dukungan
supervisor, dan kinerja adaptif. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa: 1)
kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifkan terhadap
kinerja adaptif, 2) kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan kerja, 3) kepemimpinan transformasional
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja, 4) kepuasan kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja adaptif, 5) keterlibatan kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja adaptif, 6) kepuasan kerja
memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja adaptif, 7)
keterlibatan kerja memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap
kinerja adaptif, 8) lingkungan kerja memoderasi pengaruh kepuasan kerja
terhadap kinerja adaptif, 9) dukungan supervisor memoderasi pengaruh
keterlibatan kerja terhadap kinerja adaptif pegawai BKD dan BKPSDM se
Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan keseluruhan dari proses penelitian, dalam penelitian ini
terdapat beberapa keterbatasan, yaitu (1) dalam penelitian ini penggunaan sampel
terbatas hanya melibatkan pegawai ASN di BKD dan BKPSDM se-Provinsi
Bengkulu. Hal tersebut menyebabkan, hasil penelitian ini mungkin tidak
sepenuhnya dapat digeneralisasi untuk pegawai ASN di provinsi lain atau sektor
pemerintahan lainnya. (2) metode pengumpulan data dalam penelitian ini
viii
menggunakan metode survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.
Hal ini dapat menyebabkan bias subjektif karena pengukuran bergantung pada
persepsi individu, yang dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti suasana
hati atau pengalaman pribadi. (3) penelitian ini terbatas dalam variabel yang
diteliti. Sehingga meskipun penelitian ini mencakup variabel-variabel yang
relevan, terdapat kemungkinan adanya variabel lain yang juga mempengaruhi
kinerja adaptif pegawai yang tidak diukur, seperti faktor pribadi atau budaya
organisasi yang lebih mendalam. (4) desain penelitian cross-sectional yang
digunakan dalam penelitian ini, memunkginkan hubungan yang ditemukan
bersifat kausal atau hanya korelasional.
Penelitian mendatang disarankan untuk: (1) Penelitian mendatang dapat
melibatkan lebih banyak pegawai dari berbagai provinsi atau sektor pemerintahan
lainnya untuk meningkatkan generalisasi temuan dan memahami lebih dalam
bagaimana kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, keterlibatan kerja,
dan faktor moderasi berperan di konteks yang berbeda. (2) Untuk meningkatkan
validitas dan reliabilitas hasil, disarankan untuk menggunakan berbagai metode
pengumpulan data, seperti wawancara mendalam atau observasi, selain kuesioner.
Hal ini dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai persepsi
pegawai terhadap kepemimpinan transformasional dan faktor-faktor lainnya. (3)
Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain yang mempengaruhi
kinerja adaptif pegawai, seperti faktor pribadi (misalnya, usia, tingkat pendidikan,
pengalaman kerja) atau budaya organisasi, untuk memperoleh gambaran yang
lebih holistik. (4) Penelitian mendatang disarankan menggunakan desain
penelitian longitudinal agar dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai
pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja adaptif pegawai dalam
jangka panjang, serta melihat apakah hubungan yang ditemukan bersifat kausal
atau hanya korelasional.
Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja, Keterlibatan
Kerja, Lingkungan Kerja, Dukungan Supervisor, Kinerja Adaptif

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Doctor Economics
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 01 Jul 2026 04:22
Last Modified: 01 Jul 2026 04:22
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33270

Actions (login required)

View Item
View Item