PENGARUH BERBAGAI METODE PENGOLAHAN AIR RAWA TERHADAP DEPOSISI LEMAK AYAM BROILER

Septian, Adriyanus Tegar and Urip, Santoso and Kususiyah, Kususiyah (2026) PENGARUH BERBAGAI METODE PENGOLAHAN AIR RAWA TERHADAP DEPOSISI LEMAK AYAM BROILER. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
Skripsi Adriyanus Tegar Septian - Adriyanus Tegar.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Air minum menjadi peran penting bagi ayam broiler, kualitas air yang rendah
menyebabkan terjadinya masalah kesehatan dan terganggunya aktivitas metabolisme pada
broiler. Keterbatasan ketersediaan air bersih di wilayah pesisir dan lahan gambut
menyebabkan air rawa dimanfaatkan sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari�hari. Air rawa memiliki kualitas yang rendah, sehingga perlu adanya pengolahan untuk
meningkatkan kualitas agar aman untuk dikonsumsi. Pengolahan air dengan tawas dan kaporit
dapat meningkatkan kualitas air rawa, tawas berperan sebagai koagulan pada air rawa
sedangkan kaporit berperan dalam membunuh bakteri dan mikroorganisme yang terdapat pada
air rawa. Pengolahan air rawa juga dapat dilakukan dengan menambahkan koagulan alami
yaitu kitosan, pada proses pengolahan air kitosan akan mengikat partikel pengotor lalu
membentuk gumpalan kemudian mengendap. Kitosan yang dikonsumsi dapat menurunkan
kadar lemak dan kolesterol. Saat ini kadar lemak menjadi pertimbangan saat mengkonsumsi
produk peternakan. Kadar lemak yang tinggi dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam
penyakit, sehingga perlu adanya upaya agar kadar lemak pada broiler menurun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai metode pengolahan air
rawa terhadap deposisi lemak ayam broiler. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan
September sampai Oktober 2024, berlokasi di CZAL (Commercial Zone and Animal
Laboratory) dan Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu. Rancangan percobaan yang
digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dan
setiap ulangan terdiri 10 ekor broiler. Variabel yang diamati adalah lemak abdomen, lemak
ventrikulus, lemak proventrikulus, lemak jantung, lemak leher, lemak sartorial, lemak total
dan fatty liver score.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengolahan air rawa berpengaruh tidak
nyata (P>0,05) terhadap lemak abdomen, lemak proventrikulus, lemak ventrikulus, lemak
jantung, lemak leher dan fatty liver score akan tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
lemak sartorial dan lemak total broiler. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa lemak sartorial
P1 berbeda nyata dengan P0, P2 dan P3 sedangkan lemak total P1 tidak berbeda nyata dengan
P0 dan P2 tetapi nyata lebih rendah dibanding P3. Persentase lemak abdomen berkisar 0,85-
1,27%, lemak proventrikulus berkisar 0,06-0,07%, lemak ventrikulus berkisar 0,36-0,52%,
lemak jantung berkisar 0,03-0,05%, lemak leher berkisar 0,03-0,04%, lemak sartorial berkisar
0,38-0,72%, lemak total berkisar 1,90-2,59% dan fatty liver score berkisar 2,40-2,70.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian tawas dan kaporit pada
pengolahan air rawa dapat menurunkan deposisi lemak sartorial dan lemak total broiler tetapi
tidak menurunkan deposisi lemak abdomen, lemak proventrikulus, lemak ventrikulus, lemak
jantung, lemak leher, lemak total dan fatty liver score broiler. Sedangkan pengolahan air rawa
dengan kitosan tidak dapat menurunkan deposisi lemak abdomen, lemak proventrikulus,
lemak ventrikulus, lemak jantung, lemak leher, lemak sartorial, dan persentase lemak total
serta tidak berpengaruh nyata terhadap fatty liver score

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 02 Jul 2026 01:36
Last Modified: 02 Jul 2026 01:40
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33327

Actions (login required)

View Item
View Item