Kurniawan, Beni and Djamilah, Djamilah and Dwinardi, Apriyanto (2026) EFIKASI BUBUK KENCUR, JAHE, DAN TEMULAWAK TERHADAP Sitophilus oryzae L. (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE) DAN KEHILANGAN BOBOT BERAS. Other thesis, Universitas Bengkulu.
(SKRIPSI BENI KURNIAWAN FIKS) - BENI KURNIAWAN.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (10MB)
Abstract
Kumbang beras (Sitophilus oryzae L.) adalah hama utama yang menyerang beras
selama di penyimpanan atau di gudang dan menyebabkan kerusakan, penurunan kualitas,
dan kehilangan bobot beras. Kerusakan beras akibat hama ini di tempat penyimpanan dapat
mencapai 70%, meskipun ada pengendalian dengan insektisida kimia. Penggunaan
insektisida kimia dalam pengendalian hama berpotensi meninggalkan residu pada beras
dan membahayakan kesehatan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan alternatif
pengendalian yang efektif dan lebih aman dan ramah lingkungan. Bahan dari rimpang
kencur (Kaempferia galanga L.), jahe (Zingiber officinale Rosc.), dan temulawak
(Curcuma xanthorrhiza Roxb.) mengandung senyawa metabolit sekunder dari kelompok
alkaloid, flavonoid, dan saponin yang berpotensi sebagai insektisida alami. Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan dosis bubuk kencur, jahe, dan temulawak yang efektif dalam
menimbulkan mortalitas dan pengaruhnya terhadap kolonisasi S. oryzae pada beras
simpanan.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Universitas Bengkulu
pada bulan September - Desember 2024. Kumbang beras diperoleh dari pemeliharaan di
dalam Laboratorium Proteksi Tanaman, Universitas Bengkulu dengan pakan beras varietas
IR32. Perbanyakan dilakukan di laboratorium pada suhu ruangan (27 + 2 OC) dengan
menginfestasikan 100 ekor S. oryzae dewasa (tidak diketahui nisbah kelaminnya) ke dalam
0,5 kg beras di dalam stoples. Beras yang sudah diinfestasi S. oryzae kemudian dibiarkan
sampai diperoleh jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan dalam percobaan.
Rimpang jahe, kencur dan temulawak dikeringanginkan, diblender sampai halus, dan
diayak menggunakan ayakan berukuran 20 mesh. Setiap jenis bubuk rempah dimasukkan
ke dalam pembungkus teh sesuai dengan dosis yang sudah ditetapkan sebagai perlakuan.
Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Penelitian ini
menguji dua faktor, yaitu jenis bahan dan dosis bahan pada percobaan pertama, serta
kombinasi jenis bahan dengan dosis yang sama pada percobaan kedua.
Percobaan pertama menguji pengaruh perlakuan bubuk jahe (J), kencur (K), dan
temulawak (T), dengan dosis 5, 6, dan 7 g 100-1
g beras dan kontrol terhadap kumbang
beras. Perlakuan. Percobaan ke dua berupa perlakuan kombinasi bubuk jahe +kencur (JK),
jahe + temulawak (JT), dan kencur + temulawak (KT) dengan rasio 1:1 dengan dosis yang
sama seperti pada percobaan pertama. Semua perlakuan diulang sebanyak 5 kali.
Percobaan tersebut dilakukan dengan menggunakan wadah stoples plastik berdiameter ±10
cm dan tinggi ±12 cm, yang diisi dengan beras IR32 masing-masing sebanyak 100g.
Kumbang beras diinfestasikan masing-masing sebanyak 5 pasang yang muncul pad hari
yang sama. umurnya.
Bubuk dari masing-masing rempah dimasukkan ke dalam kantong teh, kemudian
ditempatkan di dalam stoples plastik berisi beras dan imago S. oryzae yang siap diuji.
Seluruh unit percobaan disusun di atas meja mengikuti rancangan acak lengkap (RAL).
Pengamatan dilakukan selama 49 hari. Pada 14 hari pertama diamati mortalitas dan waktu
kematian kumbang beras, setelah pengamatan hari ke-14 semua sisa imago dikeluarkan
dari stoples. Selanjutnya pengamatan kemunculan serangga generasi pertama (F1)
dilakukan setiap minggu hingga hari ke-49, pada hari terakhir bobot beras ditimbang untuk
menghitung persentase kehilangan bobot beras.
Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan pada
mortalitas dan waktu kematian S. oryzae. Pada perlakuan tunggal dosis 7 100-1
g beras,
mortalitas tertinggi diperoleh pada temulawak sebesar 40%, dan berbeda nyata
dibandingkan kencur 38%, maupun jahe 34%. Pada kombinasi dosis 7 100-1
g beras,
mortalitas tertinggi terjadi pada jahe + temulawak sebesar 60%, diikuti kencur +
temulawak 56%, dan jahe + kencur 50%, dengan jahe + temulawak berbeda nyata
dibandingkan kencur + temulawak, maupun jahe + kencur. Waktu kematian tercepat
diperoleh pada kombinasi jahe + temulawak dosis 7g/100g beras 5 hari dan berbeda nyata
dibandingkan kencur + temulawak maupun jahe + kencur.
Kemunculan F1 S. oryzae dan kehilangan bobot beras berbeda nyata antar dosis
bubuk yang digunakan. Pada percobaan tunggal bubuk temulawak dan percobaan
kombinasi jahe + temulawak paling efektif dalam menekan kemunculan F1 dan kehilangan
bobot beras. Kemunculan F1 S. oryzae menurun seiring peningkatan dosis bahan yang
diberikan. Peningkatan dosis dan jenis bubuk menghasilkan mortalitas yang lebih tinggi
dan jumlah imago yang hidup lebih sedikit pada dosis yang lebih tinggi.
Rerata kemunculan generasi F1 terendah terjadi pada perlakuan tunggal bahan
temulawak dengan dosis 7g 100-1
g beras yaitu sebesar 65,0 ekor, diikuti perlakuan jahe
dosis 7g 100-1
g beras yaitu sebesar 76 ekor, dan yang tertinggi pada perlakuan kencur dosis
7g 100-1
g beras 80 ekor, pada hari ke 21, 28, 35, 42, 49 setelah aplikasi. Hal ini
menunjukkan penggunaan bubuk temulawak lebih efektif dibandingkan jahe dan kencur
dalam menekan perkembangan serangga terutama pada dosis yang lebih tinggi. Selain itu,
kemunculan generasi F1 pada percobaaan perlakuan kombinasi dua bahan terendah pada
kombinasi jahe + temulawak dengan dosis 7g 100-1
g beras, yaitu 58,4 ekor, dan tertinggi
pada kombinasi jahe + kencur pada dosis 7g 100-1
g yaitu 74,0 ekor.
Rerata persentase kerusakan beras pada percobaan tunggal, tingkat kerusakan
terendah terjadi pada perlakuan bubuk temulawak yang termasuk kategori kerusakan
sedang karena persentase kerusakan berada di antara (3,01 – 7 %), sedangkan kerusakan
beras pada percobaan kombinasi dua bahan menunjukkan bahwa aktifitas makan S. oryzae
lebih rendah pada perlakuan kombinasi jahe + temulawak dengan tingkat kerusakan
terendah (0,01–3 %)
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Industrial Technology of Agriculture |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 01:59 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 01:59 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33332 |

