UJI EFEKTIVITAS TIGA BENTUK ZEOLIT TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) CABAI MERAH

Carolina, Claudia and Hendri, Bustamam and Mimi, Sutrawati (2026) UJI EFEKTIVITAS TIGA BENTUK ZEOLIT TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) CABAI MERAH. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
SKRIPSI CLAUDIA CANTKK (1) 2026 - Claudia Audi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura
yang dibudidayakan secara komersial di negara-negara tropis termasuk Indonesia, karena
memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi dan memiliki keunggulan komparatif serta
kompetitif yang banyak diusahakan oleh para petani. Rendahnya produksi dan
produktifitas cabai salah satunya disebabkan serangan patogen layu bakteri R.
solanacearum yang mempengaruhi kehilangan hasil dan menimbulkan kematian hingga
90%. Gejala kelayuan tanaman dimulai dari bagian pucuk hingga ke seluruh bagian
tanaman, daun menguning, akhirnya mengering dan rontok. Patogen menyerang tanaman
muda maupun dewasa.
Pengendalian perlu dilakukan untuk mengatasi kerugian salah satu upaya untuk
mengendalikan penyakit tanaman adalah dengan pemanfaatan zeolit. Zeolit sebagai media
imobilisasi merupakan bahan penjerap (absorben) dengan kemampuan tinggi karena
sifatnya memiliki banyak pori dan luas permukaan yang cukup tinggi serta kemampuan
tukar kation yang baik. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan kation-kation yang
disukai mikroorganisme di dalam zeolit, sehingga mempunyai potensi untuk dimanfaatkan
sebagai agen pelindung tanaman. Mirip dengan kaolin, zeolit dapat diaplikasikan sebagai
film partikel untuk melawan hama dan penyakit.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2025 di lahan
percobaan dan Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan ukuran partikel zeolit yang paling
efektif dalam menekan insidensi penyakit layu bakteri serta mendukung pertumbuhan
tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Sampel diambil di Desa Pekik Nyaring,
Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Penelitian
dilakukan pada beberapa tahapan, meliputi pengambilan sampel tanaman cabai sakit yang
terserang layu bakteri, isolasi bakteri patogen layu bakteri R. solanacearum, penanaman
cabai serta pengaplikasian zeolit, inokulasi suspensi patogen R. solanacearum ke tanaman
cabai, pemeliharaan, dan pengamatan.
Hasil penelitian bentuk granul, terbukti efektif meningkatkan kesehatan tanaman cabai
karena kemampuannya memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan efisiensi penyerapan
unsur hara serta retensi air yang stabil. Zeolit granul mampu merangsang aktivitas mikroba
menguntungkan di area perakaran yang berperan sebagai agen antagonis untuk menekan
populasi bakteri patogen R. solanacearum melalui mekanisme kompetisi nutrisi dan ruang.
Selain itu, sifat fisik zeolit granul yang memiliki porositas optimal memberikan aerasi
tanah yang lebih baik dibandingkan zeolit tepung, sehingga tidak menciptakan lingkungan
yang terlalu lembap yang justru memicu perkembangan penyakit layu bakteri.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Industrial Technology of Agriculture
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 02 Jul 2026 02:08
Last Modified: 02 Jul 2026 02:08
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33333

Actions (login required)

View Item
View Item