UJI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BUAH KABAU (Archidendron microcarpum (Benth.) I.C. Nielsen.) TERHADAP LARVA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.)

Pransisco, Gebriel Elsa and Djamilah, Djamilah and Agustin, Zarkani (2026) UJI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BUAH KABAU (Archidendron microcarpum (Benth.) I.C. Nielsen.) TERHADAP LARVA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.). Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
SKRIPSI_GEBRIEL ELSA PRANSISCO_E1K021034 2026 - Gebrielelsa Fransisco.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Spodoptera litura F. (ulat grayak) merupakan serangga hama tanaman pangan dan
hortikultura. Upaya pengendalian hama ini umumnya menggunakan insektisida sintetis yang
menyebabkan dampak negatif pada ekosistem di sekitarnya, Oleh karena itu diperlukan
alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti pestisida nabati dari ekstrak kulit kabau
(Archidendron microcarpum (Benth.) I.C. Nielsen.). Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan toksisitas ekstrak kulit buah kabau yang efektif dalam mengendalikan larva (S.
litura).
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 hingga April 2025 di
Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan total dua belas perlakuan. Perlakuan
terdiri dari dua jenis formulasi kulit buah kabau, yaitu formula serbuk dan formula ekstrak
cair. Formula serbuk dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan
10%, sedangkan formula ekstrak cair menggunakan pelarut air dengan konsentrasi 0%, 1%,
2%, 3%, 4%, dan 5%. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali, menghasilkan total 36
unit percobaan, dengan setiap unit 30 ekor larva S. litura instar dua yang dibagi ke dalam
dua wadah. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT
pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula serbuk kulit buah kabau pada
konsentrasi 10% memberikan tingkat mortalitas tertinggi sebesar 62,22%, dengan nilai LC₅₀
sebesar 7,69 % dan waktu kematian sekitar ± 4 HSA. Sementara itu, formula ekstrak cair
dengan konsentrasi 5% menunjukkan tingkat mortalitas tertinggi sebesar 73,33%, dengan
nilai LC₅₀sebesar 3,61% dan waktu kematian sekitar ± 3 HSA. Perlakuan dengan konsentrasi
serbuk tertinggi (10%) menyebabkan kecacatan pupa sebesar 4,44%, yang berdampak pada
penurunan persentase pupa sehat hingga 43,33%. Pada formula cair, konsentrasi tertinggi
(5%) menimbulkan pupa cacat sebesar 5,56% dan menyisakan 32,20% pupa sehat. Rata-rata
kecacatan imago pada perlakuan serbuk tertinggi mencapai 1,10%, dengan 38,90% imago
sehat, sementara pada formula cair konsentrasi tertinggi menyebabkan kecacatan imago
sebesar 2,22%, menurunkan persentase imago sehat menjadi 26,70%.
Konsentrasi ekstrak kulit buah kabau baik dalam bentuk serbuk maupun ekstrak cair
dapat mempengaruhi tingkat konsumsi pakan larva S. litura. Pada konsentrasi 10% formula
serbuk, rata-rata pakan yang dikonsumsi mencapai 34,00 gram. Pada konsentrasi 5%
formula ekstrak cair, konsumsi pakan sebesar 20,67 gram. Hasil ini menunjukkan bahwa
kulit buah kabau memiliki potensi toksik terhadap hama S. litura dalam kedua bentuk
formulanya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Industrial Technology of Agriculture
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 02 Jul 2026 02:14
Last Modified: 02 Jul 2026 02:14
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33335

Actions (login required)

View Item
View Item