Dwi Atma, Aqbil and Azansyah, Armelly (2026) DETERMINASI INDEKS KETAHANAN PANGAN: PERAN INDEKS KEMAHALAN INFRASTRUKTUR, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, TINGKAT KEMISKINAN, DAN PENGELUARAN PER KAPITA DI PULAU SUMATERA TAHUN 2018-2024. Other thesis, Universitas Bengkulu.
AQBIL DWI ATMA (SKRIPSI) - Aqbil Dwi Atma.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan
ekonomi karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,
kualitas sumber daya manusia, serta stabilitas sosial dan ekonomi. Indeks
Ketahanan Pangan (IKP) digunakan sebagai indikator komprehensif
untuk menilai kondisi ketahanan pangan suatu wilayah berdasarkan aspek
ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Pulau Sumatera
dipilih sebagai lokasi penelitian karena berada pada kategori ketahanan
pangan menengah serta memiliki karakteristik wilayah yang beragam,
baik dari sisi infrastruktur, tingkat pembangunan manusia, kemiskinan,
maupun pengeluaran masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks
Kemahalan Infrastruktur (IKI), Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
tingkat kemiskinan, dan pengeluaran per kapita terhadap Indeks
Ketahanan Pangan di Pulau Sumatera selama periode 2018–2024.
Penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat
Statistik dan Badan Pangan Nasional dengan pendekatan kuantitatif
melalui analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil uji pemilihan
model, penelitian ini menggunakan model Fixed Effect untuk
mengestimasi pengaruh variabel independen terhadap IKP.
Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial Indeks
Kemahalan Infrastruktur dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh
signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan. Tingginya biaya
Infrastruktur terbukti menjadi hambatan dalam pembangunan
infrastruktur dan distribusi pangan, sehingga berdampak pada rendahnya
keterjangkauan pangan di beberapa wilayah. Sebaliknya, peningkatan
kualitas pembangunan manusia berperan penting dalam memperkuat
akses dan pemanfaatan pangan. Sementara itu, tingkat kemiskinan dan
pengeluaran per kapita tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara
parsial terhadap IKP. Namun, secara simultan keempat variabel tersebut
berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan di Pulau Sumatera.
viii
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa
penguatan ketahanan pangan di Sumatera tidak hanya bergantung pada
peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga sangat
ditentukan oleh efisiensi pembangunan infrastruktur dan kualitas
pembangunan manusia. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan pusat
perlu merumuskan kebijakan yang terintegrasi antara pembangunan
infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta
pengurangan kesenjangan antarwilayah guna mewujudkan ketahanan
pangan yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Development Economics |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 09:43 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 09:43 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33395 |

