Aprilia Sinaga, Angelina and Ririn, Nopiah (2026) DETERMINASI SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA DAN DIGITALISASI TERHADAP PELUANG PEKERJAAN GANDA DI PROVINSI BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Angelina Aprilia Sinaga - Angelina Aprilia Sinaga04..pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Perubahan pasar tenaga kerja yang ditandai oleh ketidakpastian pendapatan,
fleksibilitas kerja, dan dominasi sektor informal mendorong meningkatnya fenomena
pekerjaan ganda atau multiple job holding sebagai strategi adaptif rumah tangga
(OECD, 2020; ILO, 2022). Fenomena ini lebih menonjol di daerah dengan tingkat upah
rendah dan keterbatasan lapangan kerja formal, salah satu wilayah provinsi
karakteristik tersebut yaitu Bengkulu.
Data BPS menunjukkan bahwa rata-rata upah pekerja di Bengkulu selama 2020 - 2023 relatif stagnan pada kisaran Rp2,56 juta - Rp2,74 juta, jauh tertinggal
dibandingkan rata-rata nasional yang meningkat lebih dari 25 persen pada periode yang
sama. Selain itu, sekitar 64,51 persen tenaga kerja Bengkulu bekerja di sektor informal
(BPS, 2023), yang identik dengan pendapatan rendah dan jam kerja tidak menentu.
Kondisi tersebut mendorong pekerja mencari pendapatan tambahan melalui pekerjaan
ganda. Data Sakernas 2024 mencatat sekitar 14,75 persen pekerja di Bengkulu
memiliki lebih dari satu pekerjaan, menunjukkan bahwa pekerjaan ganda di wilayah
ini bersifat necessity-driven (Bell et al., 2012).
ix
Selain faktor ekonomi, digitalisasi berpotensi membuka peluang kerja
tambahan melalui aktivitas berbasis teknologi (Kässi & Lehdonvirta, 2018). Namun,
akses internet tidak selalu mencerminkan keterlibatan dalam aktivitas ekonomi digital.
Di sisi lain, karakteristik sosial demografi rumah tangga seperti usia, pendidikan, jenis
kelamin, status perkawinan, dan domisili turut memengaruhi keputusan bekerja ganda,
sebagaimana dijelaskan dalam Teori Penawaran Tenaga Kerja dan Teori Ekonomi
Rumah Tangga (Killingsworth, 1983; Becker, 1981).
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor ekonomi, digitalisasi, dan
sosial demografi terhadap peluang pekerjaan ganda di Provinsi Bengkulu
menggunakan data Sakernas 2024 sebanyak 394.943 observasi dengan metode regresi
logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam kerja, tingkat upah, dan sektor
pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap peluang pekerjaan ganda. Akses
internet tidak berpengaruh signifikan, sedangkan penggunaan teknologi digital
berpengaruh positif dan signifikan. Faktor pendidikan, jenis kelamin, usia, status
perkawinan, dan domisili juga signifikan, dengan hubungan usia berbentuk inverted U
shaped. Temuan ini menegaskan bahwa pekerjaan ganda di Bengkulu merupakan
respon terhadap tekanan ekonomi yang diperkuat oleh karakteristik sosial rumah
tangga dan pemanfaatan teknologi digital.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Development Economics |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 09:47 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 09:47 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33396 |

