Ulimazni Vivolanda, Lydia and Nurna, Aziza and Saiful, Saiful (2025) PENGARUH KOMITE RISIKO TERHADAP HUBUNGAN CORPORATE RISK DOSCLOSURE DAN NILAI PERUSAHAAN. Masters thesis, Universitas Bengkulu.
TESIS_C2C023030_LYDIA ULIMAZNI VIVOLANDA_2025_ - Lydia Vivolanda.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (3MB)
Abstract
Di era volatilitas ekonomi global yang tinggi, keterbukaan informasi
mengenai risiko menjadi instrumen krusial bagi perusahaan untuk menjaga
kepercayaan investor. Sektor manufaktur di Indonesia menghadapi tantangan
besar terkait ketidakpastian operasional dan pasar, namun pengungkapan risiko
seringkali masih bersifat sukarela dan bervariasi kualitasnya. Terdapat
kesenjangan penelitian (research gap) mengenai apakah pengungkapan risiko
benar-benar meningkatkan nilai perusahaan, serta bagaimana peran mekanisme
tata kelola internal seperti Komite Risiko dalam menjamin kredibilitas informasi
tersebut.
Penelitian ini mengkaji dua permasalahan utama: (1) Apakah Corporate
Risk Disclosure (CRD) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang diukur
melalui Market Value Added (MVA) dan (2) Apakah keberadaan Komite Risiko
memperkuat pengaruh CRD terhadap nilai perusahaan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode
2020–2024. Melalui metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 182
perusahaan dengan total 899 observasi setelah dikurangi outliers. Data
dikumpulkan melalui analisis konten (content analysis) terhadap laporan tahunan
menggunakan indeks pengungkapan risiko yang mencakup 54 item dari 8 kategori
risiko. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan
Moderated Regression Analysis (MRA)
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Corporate Risk Disclosure (CRD)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (MVA). Hal ini
mengonfirmasi Signaling Theory, di mana pengungkapan risiko yang transparan
memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kemampuan manajerial dalam
menangani ketidakpastian. Selanjutnya, hasil uji moderasi menunjukkan bahwa
Komite Risiko secara signifikan memperkuat hubungan positif antara CRD dan
nilai perusahaan. Kehadiran Komite Risiko bertindak sebagai "contextual
enabler" atau filter institusional yang memvalidasi bahwa informasi risiko yang
disampaikan bukan sekadar pengungkapan simbolis, melainkan didasarkan pada
pengawasan tata kelola yang kuat sesuai dengan Contigency theory.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa transparansi risiko merupakan
determinan penting dalam penciptaan nilai perusahaan di pasar modal Indonesia.
Peran Komite Risiko sangat krusial dalam memperkuat relevansi nilai dari
pengungkapan risiko tersebut. Secara teoritis, penelitian ini mendukung integrasi
Signaling Theory dan Contingency Theory, di mana efektivitas sinyal
(pengungkapan) bergantung pada faktor kontingensi organisasi (Komite Risiko).
kedepannya Perusahaan manufaktur disarankan untuk meningkatkan kualitas
pengungkapan risiko, terutama pada aspek non-keuangan seperti human capital,
sosial, dan lingkungan (ESG), serta mengoptimalkan fungsi Komite Risiko agar
informasi yang disampaikan lebih kredibel di mata investor, Bagi Regulator
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat memperkuat regulasi mengenai
kewajiban pembentukan Komite Risiko yang mandiri dan kompeten, tidak hanya
pada sektor keuangan tetapi juga pada sektor riil seperti manufaktur, untuk
Penelitian mendatang diharapkan dapat memperluas sampel ke sektor industri lain
dan mempertimbangkan faktor makroekonomi sebagai variabel kontrol untuk
meningkatkan daya penjelas model R²
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Postgraduate Program > Master of Accounting Program |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 05 Jul 2026 13:03 |
| Last Modified: | 05 Jul 2026 13:03 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33408 |

