Jenripal, Jenripal and Devi, Silsia and Yazid, Ismi Intara (2026) KARAKTERISTIK BRIKET DARI CAMPURAN SEKAM PADI DAN PELEPAH KELAPA SAWIT. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI_Jenripal_E1G021009 - Jendrival Rival.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik briket yang dihasilkan dari
campuran sekam padi dan pelepah kelapa sawit pada berbagai perbandingan, serta melihat
pengaruh proporsi kedua bahan terhadap kualitas briket, khususnya durasi pembakaran
sebagai energi alternatif. Sekam padi dan pelepah kelapa sawit dipilih karena merupakan
limbah pertanian yang melimpah dan berpotensi menjadi sumber energi terbarukan.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan
perbandingan sekam padi : pelepah sawit, yaitu (20:80), (30:70), (40:60), (50:50), dan
(60:40), masing-masing diulang tiga kali. Bahan dikeringkan, dikarbonisasi menggunakan
drum besi, dihaluskan (100 mesh), dicampur perekat tepung kanji, lalu dicetak dan
dikeringkan. Parameter uji meliputi kadar air, nilai kalor, kadar abu, volatile matter, dan
durasi pembakaran. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT
pada taraf 5%.
Hasil menunjukkan bahwa perbandingan bahan berpengaruh nyata terhadap seluruh
parameter. Kadar air tertinggi terdapat pada komposisi (20:80) sebesar 9,32%, sedangkan
terendah pada (40:60) sebesar 8,33%. Nilai kalor tertinggi ditemukan pada komposisi
(20:80) sebesar 6.670 kal/g, dan terendah pada (60:40) sebesar 6.175 kal/g, seluruhnya
memenuhi standar SNI untuk nilai kalor (>5000 kal/g). Kadar abu meningkat seiring
meningkatnya proporsi sekam padi, yaitu dari 17,38% (20:80) hingga 33,07% (60:40),
namun belum memenuhi standar SNI (maksimal 8%). Volatile matter berkisar antara
21,50% – 23,69%, menunjukkan proses karbonisasi belum optimal. Durasi pembakaran
terlama terdapat pada perbandingan 30:70 (3,29 jam), sedangkan tercepat pada 50:50 (2,24
jam).
Secara keseluruhan, komposisi pelepah sawit yang lebih tinggi cenderung
meningkatkan nilai kalor dan memperpanjang durasi pembakaran, namun tingginya kadar
abu dan volatile matter menunjukkan perlunya optimasi proses karbonisasi. Perbandingan
30:70 direkomendasikan karena memberikan durasi pembakaran terlama serta nilai kalor
yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Industrial Technology of Agriculture |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 01:26 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 01:26 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33433 |

