Supriadi, Riki and Willy, Abdillah and Fahruzzaman, Fahruzzaman (2026) EVALUASI EFEKTIVITAS KEBIJAKAN TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI (TPP) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ASN DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SELUMA. Masters thesis, Universitas Bengkulu.
THESIS Riki Supriadi - Deko Junawan.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini berangkat dari pentingnya kualitas Aparatur Sipil Negara
(ASN) sebagai penggerak utama tata kelola pemerintahan yang baik. Salah satu
instrumen yang digunakan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan
kinerja dan kedisiplinan ASN adalah kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai
(TPP). Secara normatif, TPP dirancang sebagai insentif berbasis kinerja. Namun
dalam praktiknya, khususnya di Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, kebijakan
ini belum sepenuhnya berjalan optimal. Berbagai persoalan masih ditemukan,
seperti penetapan besaran TPP yang belum berbasis kajian akademik, objektivitas
penilaian yang dipersepsikan lemah, serta pengawasan dan evaluasi yang
cenderung normatif. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan
mengurangi efektivitas TPP sebagai instrumen peningkatan kinerja. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan TPP, menilai
dampaknya terhadap kedisiplinan dan kinerja ASN, serta mengidentifikasi faktor
pendukung dan penghambatnya sebagai dasar perumusan rekomendasi kebijakan
yang lebih adil dan akuntabel.
Landasan teoretis penelitian ini bertumpu pada konsep kinerja ASN,
penilaian kinerja, dan sistem kompensasi berbasis kinerja. Kinerja ASN dipahami
sebagai hasil kerja yang dapat diukur melalui kualitas, kuantitas, ketepatan waktu,
dan tanggung jawab. Penilaian kinerja memiliki peran strategis karena menjadi
dasar pemberian penghargaan dan sanksi, termasuk TPP. Dalam konteks ini, TPP
diposisikan sebagai insentif yang efektivitasnya sangat bergantung pada indikator
kinerja yang objektif, terukur, dan transparan. Berbagai studi sebelumnya
menunjukkan bahwa TPP dapat meningkatkan disiplin dan produktivitas ASN,
tetapi manfaat tersebut tidak akan optimal tanpa dukungan kepemimpinan,
pengawasan, sistem evaluasi yang konsisten, serta kajian akademik yang memadai
dalam penetapan besaran tunjangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus
di Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma. Data dikumpulkan melalui kuesioner,
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang berasal
dari ASN, pejabat struktural, Inspektorat, dan BKPSDM. Analisis dilakukan secara
deskriptif kualitatif dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik.
Sekretariat Daerah dipilih sebagai lokasi penelitian karena perannya yang strategis
viii
dalam mendukung kebijakan daerah serta keberagaman karakteristik ASN yang
menuntut sistem manajemen kinerja yang adil dan terukur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan TPP di Sekretariat Daerah
Kabupaten Seluma telah memiliki dasar regulatif yang kuat dan dipahami oleh
sebagian besar ASN. TPP juga terbukti memberikan dampak positif terhadap
produktivitas kerja dan motivasi ASN. Namun demikian, kesesuaian besaran TPP
dengan beban kerja masih dipersepsikan beragam dan cenderung belum
proporsional. Objektivitas penilaian juga menjadi isu utama, di mana mayoritas
ASN menyatakan pernah mengetahui atau mengalami ketidaksesuaian dalam
penilaian TPP. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme penilaian belum
sepenuhnya transparan dan konsisten antar bidang.
Dari sisi pengawasan, Inspektorat dinilai telah menjalankan fungsi
pengawasan dengan cukup baik dan sesuai regulasi, tetapi pengawasan masih
berfokus pada aspek administratif dan belum mendalami rasionalitas penetapan
TPP. Sementara itu, BKPSDM menilai dasar hukum TPP sudah kuat, namun
mengakui bahwa kajian akademik berupa analisis jabatan, beban kerja, dan
indikator kinerja belum diterapkan secara optimal. Wawancara dengan pejabat
struktural dan staf pelaksana memperkuat temuan tersebut, di mana TPP selama ini
ditetapkan hanya berdasarkan Peraturan Bupati tanpa dukungan kajian ilmiah,
sehingga berpotensi menimbulkan ketidakadilan antar pegawai dengan beban kerja
yang berbeda.
Secara keseluruhan, pembahasan menunjukkan bahwa kebijakan TPP di
Kabupaten Seluma telah berfungsi sebagai pendorong disiplin dan produktivitas
ASN, tetapi belum sepenuhnya efektif sebagai instrumen kinerja berbasis bukti.
Tantangan utama terletak pada lemahnya kajian akademik, ketidakjelasan indikator
kinerja, inkonsistensi penilaian, serta keterbatasan transparansi dan pengendalian
data.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa TPP memiliki potensi besar
sebagai instrumen peningkatan kinerja ASN, namun efektivitas dan keadilannya
sangat ditentukan oleh kualitas desain kebijakan dan tata kelola implementasinya.
Penguatan kajian akademik, standarisasi indikator kinerja yang objektif dan
terukur, peningkatan transparansi mekanisme penilaian, serta pengendalian
berbasis teknologi menjadi prasyarat utama agar TPP tidak hanya menjadi kepastian
administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen yang adil, akuntabel,
dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kinerja ASN dan reformasi
birokrasi daerah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Postgraduate Program > Master of Management Program |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 02:47 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 02:47 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33450 |

