ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA, EFISIENSI BIAYA DAN SKALABILITAS ANTARA GOOGLE CLOUD RUN DAN GOOGLE APP ENGINE PADA ARSITEKTUR MICROSERVICE REST API

Irfan, Muhammad and Funny, Farady Coastera and Ernawati, Ernawati (2026) ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA, EFISIENSI BIAYA DAN SKALABILITAS ANTARA GOOGLE CLOUD RUN DAN GOOGLE APP ENGINE PADA ARSITEKTUR MICROSERVICE REST API. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
Naskah Skripsi Muhammad Irfan - G1A021082 - Muhammad Irfan.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan kuantitatif antara
dua layanan serverless Google Cloud Platform, yaitu Google Cloud Run dan Google App
Engine, dalam konteks penerapan arsitektur microservice REST API. Aspek yang
dievaluasi meliputi performa, karakteristik skalabilitas, dan efisiensi biaya operasional.
Metode eksperimental digunakan dengan menguji aplikasi simulasi e-commerce berbasis
Express.js melalui Apache JMeter pada tiga tingkat beban: rendah (100 threads),
menengah (500 threads), dan puncak (1000 threads). Hasil pengujian menunjukkan
dinamika performa yang bervariasi. Google App Engine mencatat kapasitas pemrosesan
(Throughput) yang sedikit lebih tinggi pada beban rendah, namun Google Cloud Run
terbukti lebih stabil dalam mempertahankan Throughput dan mengontrol tingkat
kegagalan (Error Rate) pada beban menengah. Pada beban puncak, kedua layanan
mencapai titik jenuh akibat kemacetan logika internal aplikasi. Dari sisi skalabilitas,
Cloud Run menunjukkan algoritma autoscaling yang presisi dan proporsional dengan
aktivitas pemrosesan riil. Sebaliknya, App Engine merespons antrean dengan melakukan
alokasi instance yang berlebihan. Inefisiensi alokasi pada App Engine ini berdampak
langsung pada lonjakan biaya operasional hingga mencapai Rp1.494.978, karena sistem
penagihannya dihitung berdasarkan durasi instance menyala (instance hours). Sementara
itu, Cloud Run yang menggunakan skema pay-per-use terbukti jauh lebih ekonomis
dengan total biaya hanya Rp80.516. Kesimpulannya, Google Cloud Run merupakan
layanan yang lebih direkomendasikan untuk implementasi microservice dengan beban
kerja dinamis, karena mampu memberikan keseimbangan yang logis antara stabilitas
performa, efisiensi alokasi sumber daya, dan penghematan biaya.
Kata kunci: Cloud computing, Google Cloud Platform, Cloud Run, App Engine,
Microservice

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Informatics Engineering
Depositing User: 58 lili haryanti
Date Deposited: 08 Jul 2026 03:10
Last Modified: 08 Jul 2026 03:10
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33460

Actions (login required)

View Item
View Item