Apriansah, Serly and Kamaludin, Kamaludin and Berto, Usman (2026) PENERAPAN KONSEP TIME VALUE OF MONEY (TVM) DALAM PERHITUNGAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI KASUS KORUPSI YANG DITANGANI OLEH KEJATI BENGKULU). Masters thesis, Universitas Bengkulu.
TESIS SERLY APRIANSAH UPDATED UPLOAD - Serly Apriansah.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (3MB)
Abstract
Korupsi merupakan permasalahan struktural yang hingga kini masih menjadi
tantangan serius dalam pengelolaan keuangan negara di Indonesia. Dampaknya
tidak hanya berupa kerugian keuangan negara secara langsung, tetapi juga
menimbulkan efek sistemik berupa penurunan kualitas pelayanan publik,
terhambatnya pembangunan, serta menurunnya kesejahteraan masyarakat. Salah
satu persoalan mendasar dalam penanganan tindak pidana korupsi terletak pada
metode perhitungan kerugian keuangan negara yang selama ini umumnya
menggunakan pendekatan actual loss, yaitu menghitung kerugian berdasarkan nilai
nominal pada saat terjadinya perbuatan melawan hukum. Pendekatan tersebut
dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kerugian ekonomi yang sesungguhnya,
karena tidak memperhitungkan nilai waktu uang atau Time Value of Money
(TVM), padahal dana negara yang disalahgunakan seharusnya dapat memberikan
manfaat ekonomi apabila dikelola secara produktif.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan
akan metode perhitungan kerugian keuangan negara yang lebih komprehensif,
akurat, dan mencerminkan kerugian ekonomi riil akibat tindak pidana korupsi.
Konsep Time Value of Money menjadi relevan karena mampu memperhitungkan
penurunan nilai uang seiring waktu, termasuk potensi manfaat dan kesempatan
ekonomi yang hilang (opportunity cost).
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan konsep Time
Value of Money dalam perhitungan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana
korupsi serta membandingkannya dengan metode perhitungan konvensional
berbasis nilai nominal. Penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa
penerapan TVM dapat memberikan gambaran kerugian negara yang lebih realistis
dan komprehensif, khususnya pada kasus korupsi yang memiliki dampak jangka
panjang.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif
dengan studi kasus. Objek penelitian meliputi tiga perkara tindak pidana korupsi
yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu, yang mewakili sektor kesehatan,
pendidikan, dan keuangan, yaitu: pengelolaan hutang dan penyimpangan anggaran
BLUD RSUD Mukomuko tahun 2016–2021; pengelolaan dana BOS dan
ix
manipulasi data Dapodik pada MAN 2 Kabupaten Kepahiang tahun 2021–2022;
serta pengelolaan uang kas Bank Bengkulu pada Cabang Pembantu Mega Mall
periode Januari hingga Agustus 2024.
Data penelitian diperoleh dari dokumen resmi perkara dan laporan audit.
Analisis dilakukan dengan membandingkan perhitungan kerugian negara
berdasarkan actual loss dengan perhitungan menggunakan konsep Time Value of
Money melalui pendekatan Future Value dengan asumsi tingkat suku bunga atau
inflasi yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Time Value of
Money menghasilkan nilai kerugian keuangan negara yang lebih besar
dibandingkan dengan perhitungan berbasis nilai nominal. Pada kasus RSUD
Mukomuko, perhitungan TVM menunjukkan peningkatan kerugian yang signifikan
karena penyimpangan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Pada kasus MAN
2 Kepahiang, meskipun nilai nominal kerugian relatif lebih kecil, penerapan TVM
tetap menunjukkan adanya kerugian ekonomi akibat hilangnya potensi manfaat
dana pendidikan. Sementara itu, pada kasus Bank Bengkulu, penerapan TVM
menegaskan bahwa kerugian negara tidak hanya berupa kehilangan kas, tetapi juga
kehilangan nilai ekonomi dari dana yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Implikasi penelitian ini bersifat teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian
ini memperluas penerapan konsep Time Value of Money dalam konteks akuntansi
sektor publik dan perhitungan kerugian keuangan negara akibat korupsi. Secara
praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi auditor dan aparat penegak
hukum dalam menyusun perhitungan kerugian negara yang lebih komprehensif dan
berkeadilan, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam
penyusunan pedoman resmi perhitungan kerugian keuangan negara.
Penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain jumlah kasus yang terbatas,
penggunaan asumsi ekonomi tertentu, serta keterbatasan data pendukung. Oleh
karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek kajian dan
mengombinasikan pendekatan kuantitatif dengan analisis normatif dan yuridis guna
memperkuat penerapan konsep Time Value of Money dalam perhitungan kerugian
keuangan negara.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Postgraduate Program > Master of Management Program |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 03:28 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 03:28 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33472 |

