DAMPAK JOB STRESS PADA BURNOUT: INTERAKSI KEADILAN ORGANISASI DENGAN MODEL JD-R PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI BENGKULU

Herfianti, Meiffa and Lizar, Alfansi and Slamet, Widodo and Fahrudin, JS Pareke (2026) DAMPAK JOB STRESS PADA BURNOUT: INTERAKSI KEADILAN ORGANISASI DENGAN MODEL JD-R PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI BENGKULU. Doctoral thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
Disertasi Meiffa Herfianti_LENGKAP CETAK - akademik 2022.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (6MB)

Abstract

Profesi perawat merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat tekanan
kerja tinggi akibat kompleksitas tugas, beban kerja yang berat, serta tanggung jawab
terhadap keselamatan pasien. Kondisi ini sering kali menimbulkan stres kerja (job
stress) dan kejenuhan kerja (burnout) yang berdampak negatif pada kinerja serta
kualitas layanan kesehatan. Berbagai faktor seperti job demands (tuntutan kerja), job
resources (sumber daya kerja), serta organizational justice (keadilan organisasi)
diyakini berperan dalam memengaruhi tingkat stres dan burnout yang dialami perawat.
Namun, hubungan antara variabel-variabel tersebut masih menunjukkan hasil yang
bervariasi dalam berbagai penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, penting untuk
mengkaji secara mendalam bagaimana pengaruh langsung dan tidak langsung dari job
demands dan job resources terhadap burnout, serta peran mediasi dari job stress dan
efek moderasi dari organizational justice dalam hubungan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam hubungan antara
tuntutan kerja (job demands), sumber daya kerja (job resources), keadilan organisasi
(organizational justice), stres kerja (job stress), dan kejenuhan kerja (burnout) pada
profesi perawat. Secara khusus, penelitian ini ingin menganalisis pengaruh langsung
job demands terhadap job stress dan burnout, serta pengaruh job resources terhadap
kedua variabel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji sejauh
mana keadilan organisasi memengaruhi stres kerja, serta peranannya sebagai variabel
moderasi dalam hubungan antara job demands dan job resources terhadap burnout.
Penelitian ini juga mengkaji pengaruh job stress terhadap burnout dan menguji peran
mediasi job stress dalam hubungan antara job demands dan job resources terhadap
burnout. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
terhadap pemahaman mengenai faktor-faktor psikososial yang memengaruhi
kesejahteraan kerja perawat, serta menjadi dasar dalam merancang strategi manajemen
sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
eksplanatif, yang bertujuan untuk menguji hubungan antar variabel secara empiris.
Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada perawat yang menjadi
responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model Structural
Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Pengujian hubungan
langsung dilakukan untuk melihat pengaruh antar variabel utama, sedangkan analisis
mediasi dan moderasi dilakukan untuk menguji peran job stress dan organizational
vii
justice dalam model hubungan tersebut. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji
sebelum analisis utama dilakukan untuk memastikan kualitas data.
Penelitian ini secara komprehensif membuktikan bahwa dinamika kerja
perawat sangat dipengaruhi oleh interaksi antara tuntutan, sumber daya, dan keadilan
organisasi. Pertama, ditemukan bahwa job demands memiliki kaitan erat dengan aspek
gangguan kesehatan, di mana peningkatan tuntutan pekerjaan berkontribusi secara
signifikan pada eskalasi job stress dan burnout. Hal ini menegaskan bahwa beban kerja
yang melampaui kapasitas adaptasi perawat akan memicu ketegangan mental serta
kelelahan emosional yang destruktif. Sebaliknya, job resources dan organizational
justice teridentifikasi sebagai faktor pelindung yang krusial; ketersediaan sumber daya
pekerjaan yang memadai serta persepsi keadilan yang tinggi terbukti mampu
mereduksi stres kerja secara signifikan dan memitigasi risiko terjadinya burnout pada
perawat.
Selain pengaruh langsung, penelitian ini menyoroti peran strategis job stress
sebagai mediator partially-complementary. Stres kerja ditemukan tidak hanya menjadi
hasil dari beban kerja, tetapi juga jalur antara tuntutan pekerjaan menuju burnout, di
mana kedua jalur tersebut saling memperkuat risiko kelelahan kerja. Dalam konteks
sumber daya, stres kerja bekerja secara sinergis dengan job resources untuk
menciptakan perlindungan ganda bagi perawat. Di sisi lain, organizational justice
memainkan peran moderasi yang unik; keadilan organisasi mampu memperkuat
resiliensi perawat dalam menghadapi tuntutan tinggi agar tidak cepat mengalami
burnout, namun ketidakadilan dapat menjadi penghambat efektivitas sumber daya
pekerjaan dalam menekan kejenuhan kerja.
Secara keseluruhan, stres kerja yang dialami secara terus-menerus tanpa
mekanisme penanganan yang tepat dipastikan akan bermuara pada kondisi burnout.
Oleh karena itu, sinergi antara pengendalian beban kerja, penguatan sumber daya
pekerjaan, dan penegakan keadilan organisasi menjadi fondasi utama dalam menjaga
kesejahteraan psikologis perawat. Temuan ini menegaskan bahwa untuk menciptakan
lingkungan kerja yang sehat, institusi kesehatan tidak hanya perlu menyediakan
fasilitas pendukung, tetapi juga harus menjamin iklim organisasi yang adil guna
memaksimalkan ketahanan staf medis terhadap berbagai tekanan profesional.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Management Doctoral Program
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 13 Jul 2026 02:55
Last Modified: 13 Jul 2026 02:55
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33477

Actions (login required)

View Item
View Item