Pratama, Adhtio and Ketut, Sukiyono and Hariz, Eko Wibowo (2026) PERAMALAN HARGA CABE MERAH KERITING DI KABUPATEN REJANG LEBONG APLIKASI MODEL ARIMA. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi Adhtio (1)-4(1)(1) - Adhitio Pratama.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan penting dalam
sektor pertanian di Indonesia adalah cabai merah keriting. Cabai merah keriting
(Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang banyak dikonsumsi
masyarakat sebagai bahan utama dalam berbagai jenis masakan, sehingga
permintaannya cenderung tinggi dan relatif stabil sepanjang tahun. Harga cabai
merah keriting juga sering mengalami fluktuasi yang cukup signifikan akibat
pengaruh faktor produksi, musim, distribusi, serta kondisi pasar. Ketidakstabilan
harga ini dapat berdampak pada pendapatan petani, pelaku usaha, maupun
kestabilan ekonomi daerah, sehingga diperlukan suatu metode analisis yang
mampu memprediksi pergerakan harga secara lebih akurat.
Pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis dan meramalkan
harga komoditas pertanian adalah metode deret waktu (time series), khususnya
model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Model ARIMA
merupakan metode yang mampu menangkap pola data historis berdasarkan
hubungan antara nilai masa lalu dengan nilai saat ini, sehingga sering digunakan
dalam peramalan harga komoditas pertanian.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil peramalan harga cabai
merah keriting di Kabupaten Rejang Lebong serta menganalisis model ARIMA
yang paling sesuai dalam peramalan tersebut. Data yang digunakan dalam
penelitian ini merupakan data sekunder berupa data harga cabai merah keriting
selama lima tahun yang diperoleh dari Panel Harga Badan Pangan Nasional.
Metode analisis yang digunakan adalah metode ARIMA dengan tahapan Box�Jenkins, yang meliputi identifikasi model, estimasi parameter, uji diagnostik, dan
peramalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA(1,1,1) merupakan
model terbaik dalam peramalan harga cabai merah keriting. Model ini memiliki
nilai R² sebesar 0,415, RMSE sebesar 9,850, dan MAPE sebesar 23,848%, serta
memenuhi asumsi diagnostik dengan nilai uji Ljung-Box sebesar 0,426 (>0,05),
sehingga residual dapat dianggap sebagai white noise. Hasil peramalan
menunjukkan bahwa harga cabai merah keriting diproyeksikan mengalami
kecenderungan menurun secara bertahap pada periode Januari hingga Juni 2026,
dari Rp 51.142/kg menjadi Rp 45.158/kg. Meskipun demikian, interval
kepercayaan yang cukup lebar menunjukkan adanya tingkat volatilitas harga yang
tinggi.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi
petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan yang
berkaitan dengan produksi, distribusi, dan stabilisasi harga komoditas cabai merah
keriting.
Kata kunci: Cabai Merah Keriting, Peramalan, ARIMA, Harga, Time Series
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 01:09 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 01:09 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33543 |

