PENGARUH HORMON GIBERELIN TERHADAP TANAMAN LEGUMINOSA KACANG KORO PEDANG PUTIH (Canavalia ensiformis) FASE GENERATIF

Hutasoit, Menak Falira Patridia and Jarmuji, Jarmuji and Nurmeiliasari, Nurmeiliasari (2026) PENGARUH HORMON GIBERELIN TERHADAP TANAMAN LEGUMINOSA KACANG KORO PEDANG PUTIH (Canavalia ensiformis) FASE GENERATIF. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
skripsi Menak falira Hutasoit E1C022038 - Theresia Hutasoit.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Tanaman kacang koro pedang putih (Canavalia enformis) adalah salah satu legum
yang berpotensi digunakan sebagai sumber pakan alternatif karena kandungan nutrisi yang
cukup tinggi. Namun, produktivitas tanaman ini masih relatif rendah, terutama fase generatif.
Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan
pertumbuhan dan produksi tanaman khususnya giberelin.
Giberelin berperan merangsang pemanjangan sel, pembentukan daun dan induksi
pembungaan. Namun, tingkat keberhasilan giberelin dalam meningkatkan produksi tanaman
tidak selalu konsisten, karena dipengaruhi oleh konsentrasi yang diberikan, faktor
lingkungan serta ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh hormon giberelin terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro
pedang putih.
Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga
tahap perlakuan yaitu, 0 ppm, 50 ppm dan 100 ppm. Parameter yang diamati terdiri dari
tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun , jumlah bunga, dan jumlah buah. Kemudian,
analasis sidik ragam ( ANOVA) dan dilanjut dengan uji lanjut DMRT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin berpengaruh nyata
terhadap berbagai parameter. pengaruh giberelin pada parameter tinggi tanaman bersifat
fase-spesifik, artinya berpengaruh pada fase tertentu tanaman tetapi tidak berpengaruh nyata
pada fase selanjutnya. Sementara itu, diameter batang tidak berpengaruh nyata terhadap
perlakuan giberelin. Sebaliknya, jumlah daun dan jumlah bunga menunjukkan pengaruh
nyata dengan konsentrasi 100 ppm memberikan respon terbaik.
Namun demikian, peningkatan jumlah bunga tidak diikuti oleh peningkatan jumlah
polong yang terbentuk. Pembentukan jumlah polong tidak hanya dipengaruhi oleh hormon
giberelin, tetapi juga faktor lain seperti ketersediaan unsur hara, kondisi lingkungan serta
keseimbangan fisiologis tanaman. oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas
tanaman, diperlukan pengelolaan budidaya yang lebih optimal dan penelitian lanjutan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 13 Jul 2026 01:49
Last Modified: 13 Jul 2026 01:49
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33553

Actions (login required)

View Item
View Item