DAYA JELAJAH GRAZING INDUK SAPI BALI BETINA PERIODE SERVIS POLA SEMI INTENSIF PADA TOPOGRAFI BERBEDA DI BENGKULU

Ripansi, Muhamad and Dwatmadji, Dwatmadji and Jarmuji, Jarmuji (2026) DAYA JELAJAH GRAZING INDUK SAPI BALI BETINA PERIODE SERVIS POLA SEMI INTENSIF PADA TOPOGRAFI BERBEDA DI BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
Skripsi Muhamad Ripansi - Muhamad Ripansi12.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi daging dalam negeri dengan
memanfaatkan sumber daya lokal seperti sapi Bali, melalui pengembangan sapi potong
dengan Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA) karena berpotensi dengan baik dengan
luas lahan sawit yang semakin meningkat di Indonesia, dengan cara sistem pemeliharaan
semi intensif sapi digembalakan dibawah sawit dan hijauan sebagai pakan ternak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya jelajah grazing induk sapi Bali
betina periode servis dengan pola pemeliharan semi-intensif pada topografi berbeda.
Dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2025. Lokasi topografi datar di Desa Sunda Kelapa,
Kabupaten Bengkulu Tengah, serta Desa Tepi Laut, Kabupaten Bengkulu Utara. Lokasi
topografi bergelombang di Desa Abu Sakim dan Desa Sunda Kelapa, Kabupaten Bengkulu
Tengah. Rancangan Penelitian ini menggunakan 8 ekor sapi Bali periode servis dengan 2
perlakuan P0: Topografi datar kemiringan 0-2% dan P1: Topografi gelombang kemiringan
2-7%. Setiap perlakuan terdiri 4 ekor ternak, dilakukan 3 kali pengamatan. Untuk merekam
pergerakan satu ekor sapi dipasangi dengan GPS. Variabel yang diamati meliputi jarak
jelajah, luas jelajah, frekuensi perpindahan, jarak perpindahan, durasi jarak perpindahan,
suhu dan kelembapan, respirasi ternak, serta produksi hijauan segar. Data dianalisis
menggunakan uji T (Independent Sample T-Test) dan analisis deskriptif.
Hasil uji T-Test menunjukkan bahwa jarak jelajah, luas jelajah, dan jarak
perpindahan terdapat perbedaan nyata (P<0,05) terhadap topografi, sedangkan frekuensi dan
durasi jarak perpindahan tidak terdapat perbedaan nyata. Hasil analisis deskriptif
menunjukkan rataan suhu rata-rata 28,0 oC dan kelembapan rata-rata 80,5 oC. Untuk
frekuensi respirasi rata-rata pagi hari dan sore hari terjadi peningkatan 22,5 - 30,8 kali/menit
pada topografi datar, tidak jauh berbeda 22,4 - 31,0 kali/menit pada topografi gelombang.
Untuk produksi hijauan segar pada topografi datar 164,70 g/m2
, sedangkan topografi
gelombang 180,60 g/m2
. Disimpulkan bahwa sapi Bali periode servis pada topografi datar
memiliki jarak jelajah, luas jelajah dan jarak perpindahan yang lebih jauh dibanding
topografi bergelombang, sedangkan frekuensi dan durasi jarak perpindahan tidak berbeda.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 13 Jul 2026 01:52
Last Modified: 13 Jul 2026 01:52
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33554

Actions (login required)

View Item
View Item