Darakresta, Ine and Jarmuji, Jarmuji and Endang, Sulistyowati (2026) KARAKTERISTIK SIFAT KUALITATIF SAPI KAUR JANTAN DAN BETINA UMUR 12 BULAN SAMPAI UMUR 18 BULAN DI KABUPATEN KAUR. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi_Ine Darakresta_E1C022057 - Ine darakresta.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (3MB)
Abstract
Pengembangan usaha sapi potong di Indonesia dapat dilakukan melalui pemanfaatan
sapi lokal yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat. Salah satu sapi lokal
yang ditemukan di wilayah Bengkulu adalah sapi Kaur. sapi Kaur mempunyai keunggulan
dapat beradaptasi dengan cuaca yang panas dan lembap, pakan yang kualitas rendah, jinak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kualitatif sapi Kaur jantan
dan betina umur 12 bulan sampai 18 bulan di kabupaten Kaur. Dilaksanakan pada tanggal
20 Desember 2025 sampai 20 Januari 2026. Lokasi penelitian dipilih Snowball Sampling
yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan rekomendasi dari peternak sebelumnya atau
secara berantai (mulut ke mulut). Penentuan umur ternak dilakukan dengan melihat catatan
Recording sapi atau bertanya langsung pada peternak sapi lokal Kaur. Variabel yang diamati
terdiri dari jenis kelamin, warna kepala, warna moncong, bentuk hidung, keberadaan tanduk,
bentuk tanduk, orientasi tanduk, warna tanduk, warna leher, gelambir, gumba, warna badan,
pola warna badan, warna kaki, warna bagian tepong (bokong), dan warna ekor. Data yang
digunakan merupakan data primer hasil observasi terhadap 30 ekor sapi Kaur yang terdiri
atas 10 jantan dan 20 betina. Data dianalisis secara deskriptif, kemudian data ditabulasi dan
dihitung sifat kualitatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola warna kepala pada
jantan 100% satu warna, sedangkan pada betina 90% satu warna dan 10% campuran dua
warna. Warna moncong 100% hitam, bentuk hidung 100% datar, dan bentuk telinga 100%
mendatar pada kedua jenis kelamin. Keberadaan tanduk pada jantan 80% ada dan 20% tidak
ada, sedangkan pada betina 55% ada dan 45% tidak ada. Bentuk tanduk pada jantan terdiri
atas tonjolan 60%, lurus 20%, dan tidak ada 20%, sedangkan pada betina tonjolan 45%, lurus
5%, melengkung 5%, dan tidak ada 45%. Orientasi tanduk melengkung ke atas 10% pada
jantan dan betina, sedangkan 90% tidak memiliki orientasi karena tidak bertanduk. Warna
tanduk pada jantan terdiri atas hitam 60%, coklat 10%, abu-abu 10%, dan tidak ada 20%,
sedangkan pada betina hitam 45%, coklat 5%, abu-abu 5%, dan tidak ada 45%. Seluruh
ternak memiliki gelambir dengan ukuran pada jantan kecil 50%, sedang 30%, dan besar
20%, sedangkan pada betina kecil 80% dan sedang 20%. Warna leher pada jantan masing�masing 20% untuk putih, coklat muda, coklat medium, coklat tua, abu-abu, dan hitam,
sedangkan pada betina coklat medium 30%, putih 25%, coklat muda 25%, coklat tua 15%,
dan hitam 5%.
Seluruh ternak memiliki gumba, dengan ukuran pada jantan kecil 60% dan sedang
40%, sedangkan pada betina kecil 95% dan sedang 5%. Pola warna badan 100% satu warna
pada kedua jenis kelamin. Warna badan pada jantan terdiri atas coklat medium 40%, putih
20%, coklat muda 20%, dan hitam 20%, sedangkan pada betina coklat medium 50%, putih
25%, coklat muda 15%, dan coklat tua 10%. Warna kaki pada jantan terdiri atas coklat muda
70%, putih 20%, dan hitam 10%, sedangkan pada betina putih 40%, coklat medium 30%,
coklat muda 25%, dan hitam putih 5%. Warna bokong pada jantan terdiri atas putih 30%,
coklat muda 30%, coklat medium 20%, dan hitam 20%, sedangkan pada betina putih 45%,
coklat muda 40%, coklat medium 10%, dan hitam 5%. Warna ekor pada jantan terdiri atas
hitam 90% dan coklat muda 10%, sedangkan pada betina hitam 85%, abu-abu 10%, dan
coklat muda 5%. Dapat disimpulkan bahwa sapi Kaur jantan dan betina umur 12–18 bulan
memiliki karakteristik sifat kualitatif yang relatif seragam, yaitu pola warna tubuh satu
warna, warna moncong hitam, bentuk hidung datar, dan telinga mendatar. Tanduk umumnya
ada dengan orientasi tidak tampak dominan serta warna tanduk didominasi hitam. Seluruh
ternak memiliki gelambir dan gumba berukuran kecil hingga sedang. Warna leher dan badan
didominasi coklat medium, warna kaki cenderung coklat muda, warna bokong bervariasi
dari putih hingga coklat muda dan sebagian hitam, serta warna ekor didominasi hitam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Animal Science |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 01:59 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 01:59 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33556 |

