Cynthia, Ragil Dina and Yazid, Ismi Intara and Sri, Wulandari (2026) ANALISIS OIL LOSSES PADA PROSES PENGOLAHAN CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DI PT. BENGKULU SAWIT LESTARI. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI RAGIL DINA CYNTHIA_E1G022017 - RagilDina Cynthia.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (4MB)
Abstract
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peran
penting dalam perekonomian Indonesia karena kemampuannya menghasilkan Crude Palm
Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK). CPO merupakan minyak nabati yang didapatkan dari
daging dan serabut buah (mesocarp) yang dapat digunakan untuk bahan baku oleh industri
lainnya sebagai produk turunan seperti oleo pangan. Proses pengolahan kelapa sawit
menjadi CPO dapat mengalami oil losses karena proses produksi yang begitu panjang. Oil
losses merupakan salah satu masalah yang menyebabkan rendemen CPO menjadi kurang
baik, yaitu persentase produk yang dihasilkan dibanding dengan bahan baku yang terolah.
Tingginya oil losses dalam proses pengolahan CPO di PT. Bengkulu Sawit Lestari yang
berdampak pada rendemen. Tujuan penelitian adalah mengetahui persentase oil losses dan
menganalisis faktor penyebabnya menggunakan metode Statistical Process Control (SPC).
SPC adalah metode yang menunjukkan suatu proses berjalan dengan baik atau tidak.
Data yang di gunakan adalah data oil losses pada empty bunch, fiber press, nut press,
sludge centrifuge, dan final effluent. Pengumpulan data primer berupa pengukuran
langsung oil losses periode Januari 2026 di laboratorium PT. Bengkulu Sawit Lestari
dengan observasi dan wawancara pekerja, serta data sekunder dari catatan perusahaan
periode Juli 2025–Januari 2026. Analisis dilakukan dengan SPC melalui control chart (I�MR) dan diagram sebab-akibat (fishbone) untuk menentukan faktor penyebab oil losses.
Persentase oil losses periode Juli-Desember 2025 yaitu pada empty bunch memiliki rata�rata sebesar 3,76% dan periode Januari 2026 rata-rata yaitu 3,46%, pada fiber press
memiliki rata-rata sebesar 4,36% dan periode Januari 2026 rata-rata yaitu 4,20%, pada nut
press memiliki rata-rata sebesar 0,52% dan periode Januari 2026 rata-rata yaitu 0,52%,
pada sludge centrifuge memiliki rata-rata sebesar 0,79% dan periode Januari 2026 rata-rata
yaitu 0,82%, dan pada final effluent memiliki rata-rata sebesar 0,87% dan periode Januari
2026 rata-rata yaitu 0,93%, Faktor utama penyebab oil losses periode Januari 2026 pada
empty bunch yaitu bahan baku, mesin, metode, lingkungan, dan manusia, pada fiber press
yaitu mesin, metode, dan bahan baku, pada nut press sudah terkendali secara konsisten,
pada sludge centrifuge yaitu mesin, bahan baku dan manusia dan pada final effluent adalah
mesin, metode dan bahan baku. Perlu dilakukannya perawatan mesin secara berkala,
penggantian mesin yang rusak, serta peningkatan ketelitian pekerja dalam proses sortasi
agar oil losses dapat ditekan dan rendemen CPO sesuai target perusahaan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Industrial Technology of Agriculture |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:37 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:37 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33572 |

