Atmon, Khoirul and Ririn, Nopiah (2026) ANALISIS PENGARUH TENAGA KERJA BERPENDIDIKAN TERHADAP PELUANG PRODUKTIVITAS KERJA DI BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI KHOIRUL FINAL - khoirul anwar.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Provinsi Bengkulu masih menghadapi tantangan serius dalam produktivitas
tenaga kerja, tercermin dari rendahnya PDRB per kapita dibandingkan rata-rata
nasional dan dominasi tenaga kerja di sektor informal berproduktivitas rendah. Teori
Modal Manusia Becker (1964) menegaskan bahwa investasi pendidikan merupakan
determinan utama produktivitas, namun bukti empiris mengenai pengaruhnya di
Bengkulu masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh
tingkat pendidikan terhadap peluang produktivitas kerja di Bengkulu, serta
mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhinya meliputi usia, gender,
status perkawinan, lapangan usaha, status pekerjaan, jenis pekerjaan, jam kerja,
domisili, dan pelatihan bersertifikasi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder
SAKERNAS Bengkulu 2024, mencakup 6.236 observasi. Variabel dependen adalah
produktivitas kerja yang diukur dengan variabel dummy (1 = produktif; 0 = tidak
produktif) berdasarkan pendekatan ambang batas upah. Metode analisis yang
digunakan adalah regresi logistik biner melalui perangkat lunak Stata dengan
pendekatan average marginal effect (AME) untuk menginterpretasikan perubahan
probabilitas setiap variabel independen.
Hasil estimasi menunjukkan secara simultan seluruh variabel berpengaruh
signifikan (Wald chi2 = 949,84; Prob > chi2 = 0,000; Pseudo R² = 0,1607). Secara
parsial, pendidikan berpengaruh positif, signifikan, dan berjenjang lulusan SMP,
SMA, dan Diploma/Sarjana meningkatkan probabilitas produktif masing-masing
sebesar 4,99%, 6,32%, dan 29,09% dibandingkan lulusan SD. Usia berpengaruh
positif namun usia kuadrat negatif, mengonfirmasi pola inverted U-shape dengan
puncak produktivitas pada usia 52 tahun. Laki-laki lebih produktif 22,75%
dibandingkan perempuan. Pekerja menikah lebih produktif 7,59%. Pekerja middle
skilled dan high-skilled lebih produktif masing-masing 7,95% dan 22,61%
dibandingkan low-skilled. Buruh/karyawan dan wirausaha lebih produktif 7,76% dan
8,57% dibandingkan pekerja bebas. Setiap tambahan satu jam kerja meningkatkan
probabilitas produktif 0,43%. Pelatihan bersertifikasi meningkatkan probabilitas
produktif 7,56%. Sebaliknya, lapangan usaha pertanian dan domisili tidak
berpengaruh signifikan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan tinggi, gender, dan jenis
pekerjaan high-skilled merupakan tiga determinan terkuat produktivitas tenaga kerja
di Bengkulu, dan bahwa produktivitas lebih dominan ditentukan oleh kualitas modal
manusia dibandingkan faktor geografis maupun sektoral. Berdasarkan temuan ini,
disarankan agar Pemerintah Provinsi Bengkulu memperluas akses pendidikan tinggi
serta memperkuat program pelatihan bersertifikasi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Development Economics |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:46 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 02:46 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/33672 |

