PENGARUH KOMPETENSI, INDEFENDENSI, KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS AUDOT DI INSPEKTORAT SE-PROPINSI BENGKULU

Fitriani, Septa and Darmansyah, Darmansyah and Effed, Darta Hadi (2017) PENGARUH KOMPETENSI, INDEFENDENSI, KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS AUDOT DI INSPEKTORAT SE-PROPINSI BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
TESIS SEPTA FITRIANI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Pengawasan intern menurut Mahmudi (2011) adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan lainnya berupa asistensi, sosialisasi dan konsultansi terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan olak ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, berdayaguna, berhasilguna, bersih dan bertanggungjawab diperlukan adanya pengawasan oleh Aparat Intern Pemerintah (APIP) yang berkualitas. Pengawasan intern dilingkungan pemerintah provinsi/kabupaten/kota dilaksanakan oleh inspektorat. Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (PKPT) merupakan kesepakatan antara Inspektorat Provinsi, Kabupaten dan Kota. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan masih banyak hasil temuan serta perbaikan yang harus dilaksanakana uditee, ini menunjukan bahwa audit yang dilakukan oleh auditor belum berkualitas. Belum berkualitasnya audit yang dihasilkan dipengaruhi oleh kompetensi, independensi, komitmen organisasi dan motivasi auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, indenpendensi, komitmen organisasi dan motivasi terhadap kualitas audit di inspektorat seProvinsi Bengkulu. Ini adalah penelitian survei yang mengambil sampel dari populasi auditor di Inspektorat se-Provinsi Bengkulu. Sensus digunakan sebagai metode pengambilan sampel, selanjutnya responden berjumlah 100 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor di inspektorat se-Provinsi Bengkulu Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesemua variabel independen yang diturunkan secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini ditunjukkan oleh Adjusted R²sebesar 0,520. Nilai ini menunjukkan bahwa 52,0% variasi kualitas audit dapat dijelaskan oleh variasi dari keempat variabel independen yaitu kompetensi, indenpendensi, komitmen organisasi, dan motivasi. Sedangkan sisanya 48,0% diduga masih ada faktor lain yang mempengaruhi kualitas audit. Berdasarkan uji signifikansi parsial menyebutkan bahwa 1) Komitmen Organisasi berpengaruh secara positif terhadap kualitas audit. Hal ini dijelaskan dengan nilai probabilitas () lebih kecil dari nilai alpha 0,05 0,000< alpha 0,05. 2)Kompetensi berpengaruh secara positif terhadap kualitas audit. Hal ini dijelaskan dengan nilai probabilitas ( ) lebih kecil dari nilai alpha 0,05 0,001< alpha 0,05. 3) independensi berpengaruh secara positif terhadap kualitas audit. Hal ini dijelaskan dengan nilai probabilitas () lebih kecil dari nilai alpha 0,05, 0,001< alpha 0,05. 4) Motivasi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dijelaskan dengan nilai probabilitas () lebih basar dari nilai alpha 0,05 0,965< alpha 0,05. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1)Komitmen organisasi berpengaruh terhadap kualitas audit, sehingga semakin tinggi tingkat komitmen organisasi maka akan semakin baik kualitas audit yang dihasilkan. 2)Kompetensi berpengaruh terhadap kualitas audit, sehingga semakin baik tingkat kompetensi, maka akan semakin baik kualitas audit yang dilakukannya. 3)Independensi berpengaruh terhadap kualitas audit, sehingga semakin baik tingkat independensi, maka akan semakin baik kualitas audit yang dilakukannya. 4)Motivasi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Akan tetapi dari hasil jawaban responden secara umum motivasia uditor di inspektorat seProvinsi Bengkulu telah memiliki motivasi. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum auditor di inspektorat se-Provinsi Bengkulu telah memiliki motivasi yang tinggi dalam menjalankan tugas. Motivasi yang tinggi tersebut akan mendorong auditor melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut : (1)Inspektorat se-Provinsi Bengkulu hendaknya lebih meningkatkan loyalitasnya kepada para auditor dengan memberikan berbagai hal yang menjadi keinginan dan hak para auditor seperti kesempatan, promosi, pelatihan, keterlibatan dalam pelaksanaan audit, penyesuaian gaji dan tunjangan serta insentif yang sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang dipikulnya serta diberikan tepat waktu. (2) Inspektorat se-Provinsi Bengkulu hendaknya memberikan kesempatan kepada auditor untuk meningkatan kompetensi dalam memiliki keahlian khusus yang didapat dari pelatihan dan peningkatan pendidikan profesi berkelanjutan (PPL) dan meningkatkan kemampuan dibidang komunikasi baik lisan maupun tulisan. (3) Insepektorat seProvinsi Bengkulu dalam pola penugasan auditor perlu melakukan rotasi sehingga seorang auditor tidak terlibat terlalu lama dan dekat dengan auditee (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Rotasi dilakukan sebagai salah satu upaya agar auditor tidak bisa di intervensi oleh pihak pihak yang berkepentingan. (4) Insepektorat seProvinsi Bengkulu dalam hal ini tidak boleh melalaikan motivasi yang dimiliki aparat dalam pelaksanaan tugas audit, respon atau tindak lanjut yang tidak tepat terhadap laporan audit dan rekomendasi yang dihasilkan auditor akan dapat menurunkan motivasi auditor untuk menjaga kualitas audit.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 08:41
Last Modified: 22 Nov 2017 08:23
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12440

Actions (login required)

View Item View Item