PENDUGAAN CADANGAN KARBON (C) PADA TEGAKAN Acacia mangium DI HUTAN KOTA KOTABUMI SELATAN DAN TEGAKAN Hevea brasiliensis DI KEBUN RAKYAT DESA ABUNG JAYO, LAMPUNG UTARA

Manullang, Angga Fernandus (2017) PENDUGAAN CADANGAN KARBON (C) PADA TEGAKAN Acacia mangium DI HUTAN KOTA KOTABUMI SELATAN DAN TEGAKAN Hevea brasiliensis DI KEBUN RAKYAT DESA ABUNG JAYO, LAMPUNG UTARA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Skripsi)
Skripsi PDF.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only until 16 October 2017.
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (27MB)

Abstract

PENDUGAAN CADANGAN KARBON (C) PADA TEGAKAN Acacia mangium DI HUTAN KOTA KOTABUMI SELATAN DAN TEGAKAN Hevea brasiliensis DI KEBUN RAKYAT DESA ABUNG JAYO, LAMPUNG UTARA. (Angga Fernandus Manullang, di bawah bimbingan Dr. Ir. Wiryono, M.Sc. dan Yansen, S.Hut., M.Sc., Ph.D, 2017, 44 halaman). Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan yang didominasi oleh pepohonan dan satwa yang tinggal di dalamnya dan tidak dapat dipisahkan. Salah satu akibat dari kerusakan hutan yang berdampak pada lingkungan adalah efek rumah kaca dapat berupa peningkatan suhu udara atau biasa disebut sebagai pemanasan global. Salah satu cara untuk mengurangi dampak pemanasan global adalah dengan meningkatkan penyerapan karbon hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menduga cadangan karbon (C) yang tersimpan pada tegakan A. mangium di hutan kota dan tegakan karet di kebun rakyat Desa Abung Jayo Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Dilaksanakan pada bulan November-Desember 2016. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus untuk tegakan pohon dan necromassa pohon mati yang masih berdiri dan pengambilan sampel dilakukan secara sistematik untuk necromassa pohon mati yang telah roboh/kayu lapuk menggunakan plot 2x2 meter sebanyak 20 plot, dan subplot 1x1 meter untuk seresah. Pengukuran biomassa pohon dan necromassa pohon mati yang masih berdiri dilakukan dengan cara non-destructive (tidak merusak bagian tumbuhan), untuk necromassa pohon mati yang telah roboh/kayu lapuk dan seresah dilakukan dengan cara destructive (merusak). Untuk menduga nilai biomassa pohon dilakukan dengan motode Krisnawati, dkk. (2012) dan untuk menduga nilai biomassa necromassa dan seresah dilakukan dengan metode SNI 7724:2011. Nilai biomassa kemudian dikonversi ke nilai karbon dengan metode Kemenhut (2012). Hasil penelitian menunjukkan dugaan cadangan karbon (C) di atas permukaan tanah pada hutan kota adalah 208,67 ton/ha dan pada hutan rakyat adalah 70,57 ton/ha. Dengan rincian cadangan karbon per komponen hutan ialah: karbon pohon hidup A. mangium ialah 206,51 ton/ha dan pada pohon hidup karet adalah 69,42 ton/ha, karbon necromassa pohon mati yang masih berdiri dari A. mangium ialah 1,03 ton/ha dan pada karet adalah 0,20 ton/ha, karbon necromassa pohon mati yang telah roboh/ kayu lapuk dari A. mangium ialah 0,24 ton/ha dan pada karet ialah 0,27 ton/ha, karbon seresah yang diperoleh dari A. mangium ialah 0,89 ton/ha dan pada karet ialah sebanyak 0,57 ton/ha.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 16 Oct 2017 03:08
Last Modified: 16 Oct 2017 03:26
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12644

Actions (login required)

View Item View Item