KUALITAS TELUR AYAM RAS SETELAH PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK DAUN TEH(Camellia sinensis) SELAMA MASA SIMPAN

Situmorang, Roma Cristy and Kaharuddin, Desia and Soetrisno, Edi (2017) KUALITAS TELUR AYAM RAS SETELAH PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK DAUN TEH(Camellia sinensis) SELAMA MASA SIMPAN. Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (Tesis)
SKRIPSI ROMA CRISTY SITUMORANG.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Telur merupakan salah satu produk pangan yang mudah terkontaminasi mikroba, baik langsung atau tidak langsung dengan sumber-sumber pencemaran mikroba yang berasal dari tanah, udara, air dan debu. Berdasarkan hal itu perlu penanganan yang cermat sejak pemungutan dan pengumpulan telur dari kandang sampai dikonsumsi oleh masyarakat.Jika dibiarkan dalam udara terbuka (suhu ruang) telur hanya dapat bertahan 10 - 14 hari. Salah satu upaya untuk memperpanjang daya simpan telur agar dapat bertahan lama dapat dilakukan dengan cara pengawetan. Pengawetan dapat mempertahankan kualitas telur dan memperlama daya simpan telur dengan cara menutup pori-pori kulit telur agar mencegah penguapan air serta menghambat terlepasnya CO2 dari dalam isi telur dan menghambat aktifitas dan perkembangbiakan mikroba. Salah satu bahan pengawet tersebut dapat diperolah dari daun teh yang memiliki kandungan tanin yang cukup tinggi.Tanin akan bereaksi dengan protein yang terdapat pada kulit telur yang mempunyai sifat menyerupai kolagen kulit hewan sehingga dapat menutup pori-pori kulit telur tersebut menjadi impermeable (tidak dapat tembus) terhadap gas dan udara dan penguapan air serta hilangnya karbondioksida (CO2) pada kulit telur dapat dicegah sekecil mungkin.……….... Penelitian ini menggunakan telur ayam ras sebanyak 144 butir yang berumur tidak lebih dari 24 jam, dengan bobot telur 64-70 g. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL) pola faktorialdengan 2 faktoryang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor pertama level ekstrak daun teh(0%, 10%, 20% dan 30%) dan faktor kedua lama penyimpanan (14 hari, 21 hari, dan 28 hari), apabila analisis varians menunjukkan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan DMRT. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain penyusutan berat telur, haugh unit, kualitas yolk(yolk indeks), dan pH putih telur.………… Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak daun tehpada level yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap haugh unit, yolk indeksdan pH putih telur. Sedangkan perendamantelur dengan level ekstrak daun teh yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase penyusutan berat telur, dan yolk indeks. Lama simpan telur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase penyusutan berat telur, haugh unit, kualitas yolk(yolk indek), dan pH putih telur. Penggunaan ekstrak daun teh pada level 20-30% dapat memepertahankan kualitas telur ayam ras, ditunjukkan dengan tingginya angka pada haugh unit ,kualitas yolk (yolk indeks), dan rendahnya nilai persentase penyusutan berat telur dan pH putih telur ayam ras. Interaksi antara level dan lama simpan hanya terjadi padahaugh unit, sedangkan untuk persentase penyusutan berat telur,yolk indeks dan pH putih telur tidak terdapat adanya interaksi. (Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 23 Oct 2017 04:37
Last Modified: 23 Oct 2017 04:37
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13108

Actions (login required)

View Item View Item