EFISIENSI SISTEM TUMPANGSARI KACANG TANAH-JAGUNG PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK ANORGANIK-ORGANIK

Hairani, Putri Mian and Turmudi, Edhi and Mucitro, Bambang Gonggo (2017) EFISIENSI SISTEM TUMPANGSARI KACANG TANAH-JAGUNG PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK ANORGANIK-ORGANIK. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI-PUTRI-MIAN-HAIRANI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Berkurangnya luasan lahan pertanian menyebabkan produksi tanaman pangan mengalami penurunan. Hal ini bertolak belakang dengan meningkatnya kebutuhan pangan nasional akibat peningkatan jumlah penduduk. Intensifikasi pertanian yang dibarengi dengan konsep efisiensi dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Tumpangsari adalah sistem pertanaman untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui peningkatan efisiensi pemanfaatan lahan. Salah satu tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan dengan sistem tumpangsari adalah kacang tanah dan jagung. Dalam sistem tumpangsari kacang tanah dan jagung, sebagian kebutuhan nitrogen jagung berasal dari kacang tanah yang bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman jagung bersifat lebih agresif dan dominan dalam pemanfaatan unsur hara. Akibatnya, jika hanya mengandalkan nitrogen dari kacang tanah saja tidak cukup. Untuk itu perlu dilakukan pemupukan, karena pemberian pupuk bertujuan untuk mengganti unsur hara yang hilang dan menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman. Pupuk yang digunakan adalah kombinasi pupuk anorganikorganik. Dengan adanya sistem tumpangsari kacang tanah dan jagung yang di pupuk dengan berbagai dosis pupuk anorganik-organik diharapkan dapat seefisien mungkin menekan penggunaan pupuk anorganik khusunya pupuk sumber nitrogen karena kacang tanah mampu menyediakan nitrogen yang dapat dimanfaatkan oleh jagung. Tujuan penelitian untuk memperoleh efisiensi pemanfaatan lahan tertinggi dan memperoleh kombinasi pupuk anorganik dan organik yang menghasilkan produksi maksimal dalam sistem tumpangsari kacang tanah dan jagung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni 2015 sampai dengan Oktober 2015 dalam bentuk percobaan lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik yang diulang sebanyak tiga kali, yaitu: pupuk organik 6000 kg. ha -1 , Urea 0 kg. ha -1 , TSP 0 kg. ha , KCl 0 kg. ha -1 ; pupuk organik 4500 kg. ha -1 , Urea 48,85 kg. ha -1 , TSP 42,34 kg. ha , KCl 20 kg. ha -1 ; pupuk organik 3000 kg. ha -1 , Urea 97,7 kg. ha -1 , TSP 64,69 kg. ha , KCl 40 kg. ha -1 ; pupuk organik 1500 kg. ha -1 , Urea 146,55 kg. ha -1 , TSP 127,04 kg. ha , KCl 60 kg. ha -1 ; pupuk organik 0 kg. ha -1 , Urea 195,41 kg. ha -1 , TSP 169,39 kg. ha -1 -1 -1 -1 -1 , KCl 80 kg. ha -1 . Sebagai pembanding pertanaman sistem tumpangsari, dilakukan penanaman jagung dan kacang tanah secara monokultur yang dipupuk dengan pupuk anorganik dengan dosis sebagai berikut: kacang: Urea 97,82 kg.ha -1 , TSP 84,78 kg.ha -1 , KCl 40 kg.ha ; dan jagung: Urea 293 kg.ha -1 , TSP 254 kg.ha -1 , KCl 120 kg.ha -1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan lahan tertinggi terdapat pada pemberian pupuk organik 6000 kg.ha -1 . Produksi maksimal pertanaman tumpangsari kacang tanah dan jagung diperoleh dengan pemberian pupuk organik 6000 kg.ha . -1 -1

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 22 Nov 2017 09:03
Last Modified: 22 Nov 2017 09:03
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14917

Actions (login required)

View Item View Item