PERSEPSI MASYARAKAT PETANI TERHADAP PENGELOLAAN LAHAN DENGAN POLA KEBUN CAMPUR BERBASIS KOPI (STUDI KASUS DI DESA BANDUNG MARGA KECAMATAN BERMANI ULU RAYA KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU)

Priyanka, Bayu Meido and Suharto, Edi and Depari, Efratenta Katherina (2017) PERSEPSI MASYARAKAT PETANI TERHADAP PENGELOLAAN LAHAN DENGAN POLA KEBUN CAMPUR BERBASIS KOPI (STUDI KASUS DI DESA BANDUNG MARGA KECAMATAN BERMANI ULU RAYA KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
PDF BAYU.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (10MB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 di Desa Bandung Marga Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Bandung Marga, dan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan lahan dengan pola kebun campur berbasis kopi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian survey secara random dengan intensitas sampling 20%. Pengambilan responden dibagi 2 yaitu petani yang mengolah lahannya dengan monokultur dan petani yang mengolah lahannya dengan kebun campur. Dalam hal ini untuk petani monokultur diambil yaitu petani monokultur berbasis kopi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Kepala Keluarga di Desa Bandung Marga yang memiliki lahan kebun campur sebanyak 129 KK dan Kepala Keluarga yang mengolah lahannya dengan monokultur sebanyak 127 KK. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20% dari populasi yang memiliki lahan kebun campur dan lahan monokultur yaitu 25 KK yang monokultur dan 25 KK yang kebun campur. Untuk yang 25 KK monokultur didapat 13 KK yang hanya mempunyai komposisi tanaman kopi saja. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat petani di Desa Bandung Marga adalah kurang sejahtera (BPS, 2014), karena pendapatan perkapita petani sebesar Rp. 7.499.315 jiwa/tahun dan luas lahan garapan masuk kategori sedang (0,5-1,5 ha), tetapi usia masyarakat petani masuk kategori produktif (15-50 tahun) dengan jumlah tanggungan keluarga kecil (≤4) dan tingkat pendidikan masih tergolong cukup baik (SMA). Secara keseluruhan persepsi masyarakat petani terhadap pengelolaan lahan dengan pola kebun campur berbasis kopi masuk kategori persepsi baik karena masyarakat memandang manfaat hidrologi, ekologi, dan keberadaannya di Desa Bandung Marga. Masyarakat petani sangat memperhatikan dari aspek-aspek konservasi tanah dan air, serta pengelolaannya yang dapat berguna bagi kelangsungan hidup masyarakat desa.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 23 Nov 2017 08:15
Last Modified: 23 Nov 2017 08:23
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14966

Actions (login required)

View Item View Item