PENGARUH TEPU NG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM RANSUM SEBAGAI PENGGANTI FEED SUPPLEMENT KOMERSIAL TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica)

Eci, Cippa Pritisa and Urip, Santoso and Yosi, Fenita (2021) PENGARUH TEPU NG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM RANSUM SEBAGAI PENGGANTI FEED SUPPLEMENT KOMERSIAL TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
Skripsi Eci Cippa Pritisa E1C017143.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Puyuh adalah jenis ternak unggas yang cukup diminati untuk dikembangbiakan dalam masyarakat sebagai penghasil telur dan daging. Salah satu jenis puyuh yaitu puyuh (Coturnix-coturnix japonica), pada umur 42 hari puyuh telah mampu berproduksi dan dalam setahun puyuh mampu menghasilkan telur 250-300 butir (Subekti dan Hastuti, 2013). Untuk menghasilkan kualitas telur puyuh yang baik, maka perlu ditambahkan feed supplement. Pabrik pakan saat ini memproduksi feed supplement berupa bahan pakan tambahan yang memiliki zat nutrisi mikro seperti vitamin, mineral dan asam amino serta memerlukan bahan alternatif sebagai pengganti feed supplement komersial. Peneliti tertarik untuk mencari pengganti efektivitas feed supplement komersial, bahan herbal yang potensial digunakan untuk mengganti feed supplement komersial adalah daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tepung daun kelor dalam ransum sebagai pengganti feed supplement komersial untuk meningkatkan kualitas telur puyuh. Penelitian ini dilaksanakan selama 8 minggu di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Bahan penelitian yang digunakan adalah puyuh betina berumur 55 hari sebanyak 125 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan setiap 1 perlakuan terdiri 5 ulangan dan masing-masing ulangan menggunakan 5 ekor puyuh. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (ransum tanpa penggunaan tepung daun kelor dan top mix/kontrol), P1 (ransum mengandung 0,5% top mix) P2 (ransum mengandung 0,5% tepung daun kelor), P3 (ransum mengandung 1,5% tepung daun kelor), P4 (ransum mengandung 2,5% tepung daun kelor). Variabel yang diamati adalah berat telur, warna kuning telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, tebal kerabang, haugh unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian tepung daun kelor level 0,5- 2,5% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna kuning telur tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap parameter berat telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, haugh unit dan tebal kerabang. Rataan berat telur berkisar 10,32 gram-11,11 gram. Rataan skor warna kuning telur berkisar 5,72-6,32. Rataan indeks kuning telur berkisar 0,39-0,41 mm. Rataan indeks putih telur berkisar 0,083-0,096 mm. Rataan haugh unit berkisar 80,51- 82,74. Rataan tebal kerabang berkisar 0,16-0,17 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun kelor dalam ransum tidak dapat meningkatkan berat telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, tebal kerabang dan haugh unit, tetapi dapat meningkatkan warna kuning telur.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: sugiarti sugiarti
Date Deposited: 07 Sep 2023 03:04
Last Modified: 07 Sep 2023 03:04
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/15501

Actions (login required)

View Item View Item