KONSEP DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL PENYANDANG TUNA DAKSA BUKAN BAWAAN (Studi Di Kota Bengkulu)

Irawan, Tony and Rasianna, Br Saragih and Yuliati, Yuliati (2013) KONSEP DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL PENYANDANG TUNA DAKSA BUKAN BAWAAN (Studi Di Kota Bengkulu). Undergraduated thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNIB.

[img] Text (Thesis)
IV,V,VI,LAMP,1-13-ton-FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)
[img] Text (Thesis)
I,II,III,1-13-ton-FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Tuna daksa merupakan istilah untuk menyebutkan disfungsi atau hilangnya salah satu anggota fisik seseorang, tuna daksa terbagi menjadi dua jenis yaitu, tuna daksa bawaan dan bukan bawaan. Tuna daksa bawaan artinya seseorang mengalami kecacatan fisik sejak lahir sedangkan tuna daksa bukan bawaan artinya seseorang yang mengalami kecacatan akibat kondisi tertentu seperti, karena penyakit tertentu, kecelakan dan lain-lain sehingga menjadikan seseorang mengalami disfungsi terhadap organ tubuhnya. Pada penelitian ini penulis meneliti tentang konsep diri dan interaksi sosial penyandang tuna daksa bukan bawaan. Perubahan fisik dari kondisi fisik normal menjadi tidak normal yang disebabkan karena kecelakaan membuat seseorang yang mengalaminya akan mengalami keguncangan jiwa. Disfungsinya salah satu anggota tubuh yang dihadapi oleh mereka ini sering pula menimbulkan perasaan rendah diri, malu yang sangat mempengaruhi mereka dalam melakukan interaksi dengan orang lain, karena kondisi fisik yang normal sangat mempengaruhi konsep diri seseorang. Konsep diri seseorang sangat penting dalam menunjang seseorang melakukan interaksi dengan orang lain konsep diri positif atau negatif yang dimiliki seseorang berperan penting dalam proses berinteraksi dengan orang lain. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori interaksi simbolik sebagai analis penelitian ini. Data penelitian ini diperoleh melalui tahapan wawancara mendalam dengan informan pokok, informan kunci, informan ahli, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis diuji keabsahanya dengan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa saat awal para penyandang tuna daksa bukan bawaan mengalami kecacatan, merasa tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya harus kehilangan salah satu anggota tubuhnya, mereka mengalami rasa frustasi, malu, rendah diri dan merasa kurang secara fisik sehingga perasaan tersebut mempengaruhi mereka dalam melakukan interaksi sosial. Pada saat awal kecacatan penyandang tuna daksa bukan bawaan mengalami hambatan psikologis dalam melakukan interaksi sosial, hambatan psikologis tersebut muncul karena penyandang tuna daksa bukan bawaan memandang rendah dirinya sendiri, akan tetapi setelah berjalannya waktu dan peran keluarga serta lingkungan sosial dari para penyandang tuna daksa bukan bawaan berperan dalam membantu menumbuhkan kepercayaan diri mereka, yang membuat mereka dapat mengembalikan rasa kepercayaan diri mereka sehingga mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupannya seperti biasa kembali.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 001 Bambang Gonggo Murcitro
Date Deposited: 06 Oct 2013 11:48
Last Modified: 06 Oct 2013 11:48
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/791

Actions (login required)

View Item View Item