PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP ORGANOLEPTIK DAGING BROILER

Febri, Endriansya and Warnoto, Warnoto and Yosi, Fenita (2022) PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP ORGANOLEPTIK DAGING BROILER. ['eprint_fieldopt_thesis_type_ut' not defined] thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
Skripsi Febri Endriansya E1C018060.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Daging broiler merupakan pangan hewani yang bernilai gizi tinggi karena kaya akan
protein, lemak, vitamin dan mineral serta zat lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Kualitas protein hewani lebih tinggi dibandingkan protein nabati karena mengandung asam
amino esensial yang diperlukan oleh tubuh manusia. Bahan pakan sumber protein nabati
yang banyak digunakan peternak ialah bungkil kedelai. Namun peternak di Indonesia
masih sangat tergantung pada bahan pakan bungkil kedelai impor, sehingga perlu dicari
alternatif penyediaan bahan pakan untuk menggantikan bungkil kedelai dengan kadar
protein yang mendekati bungkil kedelai. Salah satu jenis tanaman yang sudah lama dikenal
di Indonesia yang potensial dapat menggantikan sebagian bungkil kedelai adalah tanaman
kelor, karena daun kelor kaya β-karoten, protein, vitamin C, kalsium, kalium, dan sebagai
antioksidan alami karena adanya berbagai jenis senyawa antioksidan seperti asam askorbat,
flavonoid, fenolat dan karotenoid.
Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung daun kelor
(Moringa oleifera) fermentasi dengan Aspergillus niger dalam ransum terhadap
organoleptik daging broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2021
di kandang Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan,
Fakultas Pertanian, UNIB mengunakan 160 ekor DOC betina. Penelitian menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5 ulangan, setiap ulangan
menggunakan 8 ekor broiler. Perlakuan diberikan pada umur 15-35 hari dan air minum
diberikan ad libitum. Perlakuan yang diberikan adalah P0 : Kontrol (menggunakan 0%
tepung daun kelor fermentasi), P1 : Ransum menggunakan 5% tepung daun kelor
fermentasi, P2 : Ransum menggunakan 10% tepung daun kelor fermentasi, P3 : Ransum
menggunakan 15% tepung daun kelor fermentasi. Variabel yang diamati ialah warna
daging, bau daging, rasa daging, dan keempukan daging. Data yang diperoleh ditabulasi
dengan mencari rata – ratanya untuk selanjutnya dibahas secara deskriptif dengan
menggunakan skala interval likert untuk menentukan interval kategori sifat organoleptik
setiap variabel.
Hasil penelitian warna daging broiler pada P0 tanpa penggunaan tepung daun kelor
fermentasi dengan rataan skor sebesar 3,30 dan P1 sampai P3 ( 3,31 – 3,32 ) dengan level
pemberian tepung daun kelor fermentasi 5%, 10%, dan 15% sebagai pengganti bungkil
kedelai tidak merubah warna daging broiler. Rataan skor bau daging broiler pada P1
dengan level penggunaan tepung daun kelor fermentasi 5% dan rataan skor bau daging
pada P2 dengan penggunaan 10% tepung daun kelor fermentasi, penggunaan tepung daun
kelor fermentasi sebagai pengganti bungkil kedelai dengan level 10% pada P2 dan 15%
pada P3 dalam ransum dapat mengurangi bau amis pada daging broiler. Rataan skor rasa
daging masuk kedalam kategori enak. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung
daun kelor fermentasi dalam ransum pengganti bungkil kedelai sampai dengan 15% tidak
menurunkan rasa daging broiler. Skor keempukan daging broiler sebesar 3,43 sampai 3,52
semua perlakuan masuk kedalam kategori empuk, sehingga penggunaan tepung daun kelor
fermentasi dalam ransum pengganti bungkil kedelai sampai 15% dalam ransum tidak
berdampak negatif terhadap keempukan daging broiler.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun
kelor fermentasi dalam ransum 10% - 15% dapat mengurangi bau amis dan tidak
menurunkan warna daging, rasa daging, dan keempukan daging. Tepung daun kelor
fermentasi dalam ransum sampai dengan 50% sebagai pengganti bungkil kedelai dapat
digunakan tanpa mengurangi karakteristik organoleptik pada daging broiler.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_ut' not defined])
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: sugiarti sugiarti
Date Deposited: 14 Aug 2024 02:00
Last Modified: 14 Aug 2024 02:04
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/19936

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200