BIOLOGI Rhynchocoris poseidon DAN KERUSAKAN BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa Bunge) SEBAGAI TANAMAN INANG

Ventari, Wiwin and Djamilah, Djamilah and Dwinardi, Apriyanto (2023) BIOLOGI Rhynchocoris poseidon DAN KERUSAKAN BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa Bunge) SEBAGAI TANAMAN INANG. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
SKRIPSI WIWIN VENTARI - Wiwin Ventari.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) adalah tanaman buah yang telah
berkembang di Provinsi Bengkulu terutama di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota
Bengkulu. Aroma yang harum dan khas, membuat jeruk kalamansi dimanfaatkan
konsumen dalam bentuk olahan berupa sirup. Dalam usaha budidaya jeruk kalamansi
dijumpai beberapa hambatan, salah satunya yaitu adanya serangan hama yang dapat
menurunkan hasil produksi buah jeruk. Rhynchocoris poseidon merupakan salah satu kepik
yang menyerang tanaman jeruk. R. poseidon menyerang tanaman dengan cara menusukkan
stiletnya pada buah yang masih muda. Gejala serangan R. poseidon pada buah jeruk
kalamansi terdapat tusukan dengan bercak berwarna coklat pada bagian kulit buah jeruk
kalamansi tersebut serta buah yang terkena tusukan dari kepik akan mengeras dan akhirnya
buah akan gugur. Informasi tentang R. poseidon masih sangat terbatas, sampai saat ini
belum ada kajian tentang biologinya di Indonesia. Demikian juga halnya insidensi hama ini
pada tanaman jeruk belum banyak dilaporkan.
Penelitian tentang insidensi R. poseidon dan biologinya dilakukan di laboratorium
Jurusan Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu untuk
mendeskripsi biologi (morfologi semua stadia kehidupan dan waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan masing-masing instar dan stadia R. poseidon). Pengamatan infestasi
hama di lapangan dilakukan untuk mempelajari intensitas populasinya dan tingkat
serangan pada buah jeruk kalamansi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari
sampai April tahun 2022. Pengamatan intensitas populasi dan kerusakan buah pada jeruk
kalamansi dilakukan pada tiga lahan jeruk kalamansi di Kelurahan Padang Serai,
Kecamatan Kampung Melayu, Bengkulu.
Pengamatan biologi R. poseidon dilakukan dengan mengkoleksi serangga dewasa,
serangga dikoleksi dan dipelihara pada stoples yang diberi pakan (buah jeruk) yang
diambil dari lahan terawat. Pengamatan dilakukan pada 10 stoples, masing masing diisi
dengan sepasang kepik (jantan dan betina) sampai peletakan telur (oviposisi). Pengamatan
dilakukan setiap hari, dengan mencatat jumlah telur dalam kelompok dan jumlah kelompok
telur, bentuk, warna dan perubahan warna telur sampai muncul serangga dewasa (imago),
serta mencatat warna dan ukuran masing-masing instar dan imago. Telur, semua instar
nimfa dan imago diukur di bawah mikroskop sterio yang dilengkap dengan mikrometer.
Penelitian insidensi R. poseidon dilakukan pada tiga lahan berbeda dengan
perawatan yang berbeda yaitu lahan tidak terawat, agak terawat dan terawat. Metode yang
digunakan adalah metode acak sederhana (simple random sampling). Sampel terdiri dari 10
tanaman pada masing-masing lahan. Tanaman jeruk kalamansi di ketiga kebun ditanam
dengan jarak tanam m. Umur tanaman lebih kurang tahun dengan tinggi tanaman
berkisar 2-3 m. Pada lahan tidak terawat, pemilik membiarkan lahan tersebut menjadi
semak belukar, tanaman jeruk kalamansi tidak dipupuk, serta petani tidak memangkas
dahan dan ranting yang sudah tua. Pada lahan agak terawat pemilik melakukan perawatan
dan membersihkan gulma secara mekanik di sekitar tanaman jeruk kalamansi,
meremajakan atau memangkas dahan yang sudah tua, tetapi tidak secara teratur. Pada
lahan yang terawat pemilik melakukan perawatan dan pembersihan gulma secara teratur,
baik secara mekanik ataupun dengan menggunakan herbisida kimia, dan melakukan
pengendalian hama dengan insektisida. Pemilik juga melakukan pemupukan, baik dengan
pupuk kandang maupun pupuk kimia NPK mutiara (16-16-16). Rhynchocoris poseidon
diamati pada 10 tanaman sampel yang ditentukan secara acak. Koleksi telur R. poseidon
dilakukan untuk pengamatan parasitoid telur, parasitoid yang muncul dicatat jumlahnya
dan diidentifikasi sampai famili atau genus/spesies. Jumlah buah yang terserang dan yang
buah sehat dihitung pada sampel tanaman yang sama.
Hasil penelitian perkembangan kepik R. poseidon dari telur hingga dewasa berkisar
antara 28-35 hari. Lama hidup dari telur sampai mati dewasa adalah 52-59 hari.
Perkembangan serangga setelah menetas dari telur melewati lima instar pada serangga
muda, dan menjadi dewasa setelah pergantian kulit ke lima. Proses pergantian kulit dari
masing–masing instar pada stadium nimfa berkisar antara 5-15 menit dan sesaat setelah
berganti kulit seluruh tubuh serangga berwarna pucat, berubah menjadi lebih gelap
beberapa menit, kemudian berubah warna sesuai dengan warna instar masing–masing dan
setelah 25-40 menit. Nimfa instar satu memiliki panjang 2 1,63 mm dan lebar
2,07 1,34 mm, nimfa instar dua memiliki panjang 7,74 0,97 mm dan lebar 5,03 1,16
mm, kemudian nimfa instar tiga memiliki panjang 11,12 1,03 mm dan lebar 8,05 1,08
mm, instar empat memiliki panjang 15,8 2,38 mm dan lebar 8,87 0,98 mm dan nimfa
instar lima memiliki panjang 18,03 0,95 mm dan lebar 9,86 3,19 mm. Imago jantan R.
poseidon memiliki ukuran panjang 18,61 0,99 mm dan lebar 10,7 0,94 mm, lebih
kecil dibandingkan dengan imago betina yang berukuran panjang 21,35 1,27 mm dan
lebar 11,25 1,27 mm.
Intensitas populasi pada tiga lahan tidak banyak berbeda, ketiganya termasuk
rendah, dan yang terendah adalah pada lahan terawat. Salah satu faktor yang
mempengaruhi rendahnya intensitas populasi pada lahan terawat adalah penggunaan
insektisida. Insektisida yang sering petani gunakan untuk mengendalikan hama jeruk
kalamansi adalah jenis insektisida yang berbahan aktif Deltametrin. Pada pengamatan
parasitoid telur di lapangan terdapat dua famili parasitoid dari telur kepik R. poseidon,
yaitu famili Scelionidae dan famili Eupelmidae. Pada lahan tidak terawat tidak ditemukan
parasitoid sama sekali. Trissolcus sp. pada lahan agak terawat ditemukan 11 imago,
sedangkan pada lahan terawat ditemukan 6 imago. Anastatus sp. ditemukan pada lahan
terawat dengan jumlah 8 imago. Rerata SE insidensi R. Poseidon adalah 1,4< <1,82
pada lahan tidak terawat, terawat adalah 1,23< <1,49 pada lahan agak terawat, dan
0,89< <1,79 pada lahan terawat. Overlaping kisaran rerata tersebut menunjukkan bahwa
tingkat perawatan kebun tidak menyebabkan banyak perbedaan pada tingkat infestasinya

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Plant Protection
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 23 Jul 2025 04:11
Last Modified: 23 Jul 2025 04:11
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/23803

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200